⌂ Beranda News Kementerian ESDM Naikkan Alokasi Biodiesel Jadi 17,6 Juta Kiloliter

Kementerian ESDM Naikkan Alokasi Biodiesel Jadi 17,6 Juta Kiloliter

Kementerian ESDM Naikkan Alokasi Biodiesel Jadi 17,6 Juta Kiloliter
Kementerian ESDM naikkan alokasi biodiesel
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan alokasi biodiesel tahun 2026 sebesar 12,5 persen menjadi 17,6 juta kiloliter (kl).

Kenaikan ini dari target awal 15,64 juta kl karena penerapan program B50 mulai 1 Juli 2026.

>>> Telkomsel Bukukan Pendapatan Rp27,58 Triliun pada Kuartal I/2026

Kebijakan tersebut segera disahkan melalui Keputusan Menteri ESDM pada bulan Juni ini.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan hal itu dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XII pada Kamis (4/6/2026).

"Untuk sektor biodiesel ini nanti per Juli, per 1 Juli akan bertambah menjadi 50%," kata Eniya.

Ia menjelaskan, proyeksi total alokasi hingga Desember nanti naik menjadi 17.602.168 kl.

Realisasi penyaluran biodiesel hingga April 2026 tercatat mencapai 4.617.467 kl atau 29,51 persen dari total kuota awal.

Rinciannya, sektor public service obligation (PSO) sebesar 2.383.678 kl dan non-PSO sebanyak 2.233.789 kl.

"Alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, disalurkan insentif untuk yang sektor PSO saja," ujar Eniya.

>>> IHSG Terperosok ke 5.698, Ini Saran Analis untuk Investor

Implementasi kebijakan baru ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun.

Selain itu, nilai tambah crude palm oil (CPO) diperkirakan naik sebesar Rp24,68 triliun.

"Dengan adanya penambahan 50% ini, penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai Rp157,28 triliun," kata Eniya.

Pemerintah juga menargetkan penyerapan 2,2 juta tenaga kerja serta reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 lewat program tersebut.

Target itu setelah uji jalan kendaraan sepanjang 50 ribu kilometer selesai pada akhir Mei lalu.

"[Road test] 50.000 km selesai minggu ini.

>>> ViewSonic Perkenalkan Papan Tulis Digital AI di Computex 2026

[Tes] di kapal sudah selesai, [mesin] tambang selesai, otomotif, Alsintan selesai," kata Eniya saat ditemui di ICE BSD pada Kamis (21/5/2026).

Meski pengujian pada sektor kereta api dan generator set (genset) masih berjalan, target mandatori semester kedua tetap tidak berubah.

"Yang belum selesai [tes] adalah kereta sama genset. Genset itu nanti sampai Oktober," ujar Eniya.

Hasil uji coba teknis pada komponen kendaraan jarak jauh menunjukkan performa melampaui batas spesifikasi awal.

Termasuk daya tahan filter mesin yang lebih lama.

"Kalau dipasang filter, 10.000 km sudah harus ganti, ternyata dia sampai 30.000 km enggak ganti [filter], dan ini bagus," kata Eniya.

Sebelumnya, anggaran insentif untuk membiayai program B40 pada tahun ini telah dipatok senilai Rp47,2 triliun dengan volume 15,64 juta kl.

>>> Surya Insomnia Minta Vincent Rompies Belajar Azan untuk Pemakamannya

Angka pembiayaan tersebut lebih tinggi dari pagu awal tahun lalu sebesar Rp35,5 triliun, namun masih di bawah realisasi dana B40 tahun 2025 yang menyentuh Rp51 triliun.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru