⌂ Beranda News Kementerian Investasi Dorong Insentif Tax Holiday Tetap Berjalan

Kementerian Investasi Dorong Insentif Tax Holiday Tetap Berjalan

Kementerian Investasi Dorong Insentif Tax Holiday Tetap Berjalan
Ilustrasi insentif pajak tax holiday
A A Ukuran Teks16px

Aturan Tax Holiday dan GMT

Konsultan Pajak dari Botax Consulting Indonesia Raden Agus Suparman menjelaskan ketentuan tax holiday telah bergulir sejak 2018 melalui PMK No. 35/2018.

>>> Apple Agresif Promosikan Safari sebagai Browser Unggulan untuk Tandingi Chrome

Dalam beleid itu, industri pionir mendapatkan insentif pembebasan atau pengurangan pajak selama 20 tahun jika menanamkan modal minimal Rp30 triliun.

Beleid tersebut telah beberapa kali direvisi hingga akhirnya disisipkan aturan GMT. Dalam PMK terakhir, Agus menjelaskan tax holiday masih dapat diberikan sampai 31 Desember 2025.

“Artinya, 2026 seharusnya sudah tidak ada lagi yang mendapatkan tax holiday baru untuk industri pionir,” kata Agus ketika dihubungi, Rabu (3/6/2026).

Mulai tahun ini, industri pionir seperti smelter yang sudah mendapatkan tax holiday tetap berlaku ketentuan GMT yaitu tarif efektif rata-rata sebesar 15%.

Ketentuan ini berlaku bagi industri pionir yang memiliki omzet dalam satu grup usaha minimal €750 juta selama empat tahun.

“Artinya, sebenarnya tidak serta merta semua yang dapat tax holiday terkena GMT.

Termasuk industri smelter di Indonesia yang dapat tax holiday harus diuji dulu dengan syarat GMT,” ungkap dia.

Menurut data Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), saat ini terdapat 120 proyek smelter pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) di Indonesia yang membutuhkan total 584,9 juta ton bijih nikel.

Perinciannya, 49 sudah beroperasi dengan kebutuhan 240,2 juta ton, 35 dalam konstruksi (150,3 juta ton), dan 36 dalam perencanaan (194,5 juta ton).

Sementara itu, proyek hidrometalurgi atau HPAL hanya sebanyak 27 dengan kebutuhan total 150,3 juta ton bijih nikel.

>>> Suzuki XL7 Facelift Tertangkap Kamera di Vietnam, Bawa Tampilan Baru

Sebanyak 5 sudah beroperasi (48,2 juta ton), 3 dalam konstruksi (33,6 juta ton), dan 19 dalam perencanaan (68,5 juta ton).

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru