Persaingan pasar browser kembali memanas.
Apple kini semakin agresif memposisikan Safari sebagai peramban utama yang diklaim lebih cepat dan hemat konsumsi daya dibandingkan Google Chrome.
>>> Kemenkebud Buka Pendaftaran Program Belajar Bersama Maestro 2026
Melalui pembaruan macOS, iOS, dan iPadOS, perusahaan merancang Safari agar terintegrasi optimal dengan ekosistem perangkat mereka. Optimalisasi ini menjanjikan pengalaman menjelajah internet yang lebih responsif dan aman.
Efisiensi Baterai dan Performa
Salah satu keunggulan yang ditonjolkan adalah efisiensi penggunaan energi.
Apple mengklaim pengguna Mac dapat menikmati streaming video hingga 5 jam lebih lama saat menggunakan Safari dibandingkan Chrome.
Desain arsitektur Safari dibuat khusus agar selaras dengan komponen keras buatan Apple. Integrasi mendalam ini memungkinkan aplikasi bekerja dengan beban yang lebih efisien daripada peramban pihak ketiga.
>>> Bank Indonesia Perketat Pembelian Dolar AS Jadi US$25.000 per Bulan
Performa Safari memanfaatkan kemampuan chip Apple Silicon, termasuk M-series pada MacBook serta chipset terkini di iPhone dan iPad.
Sinkronisasi ini meminimalkan hambatan saat membuka situs web dan melakukan scrolling.
Pembaruan pada mesin rendering membuat kecepatan pemrosesan data sangat tinggi. Efisiensi ini krusial bagi pengguna MacBook yang mengoperasikan peramban untuk produktivitas harian hingga hiburan.
Tingginya penggunaan RAM dan daya baterai pada Chrome kerap menjadi keluhan utama. Apple memanfaatkan celah ini untuk memperkuat nilai jual Safari.
Kemampuan menghemat daya hingga 5 jam saat memutar video membuat pengguna tidak perlu sering bergantung pada pengisi daya.
>>> Kemensos Belum Umumkan Jadwal Pencairan BLT Kesra Rp900.000
Fitur ini mendukung mobilitas pengguna yang sering bekerja di luar ruangan.
Manajemen tab aktif pada latar belakang juga dirancang agar konsumsi sumber daya perangkat tetap minimal.
Perlindungan Privasi dan Keamanan
Sektor privasi menjadi identitas utama yang terus dikembangkan Apple. Safari tercatat sebagai pionir peramban besar yang memblokir cookies pihak ketiga secara otomatis sejak 2019.
Kebijakan pemblokiran tersebut mempersulit jaringan pengiklan melacak aktivitas digital pengguna. Safari juga memanfaatkan Intelligent Tracking Prevention (ITP) berbasis machine learning untuk mendeteksi dan menghentikan pelacak.
>>> Rupiah Melemah Dekati Rp18.000 per Dolar AS Akibat Tekanan Global
Pengguna dapat memantau aktivitas pemblokiran melalui menu Privacy Report. Selain itu, terdapat fitur Anti-Fingerprinting untuk menangkal metode pelacakan modern berdasarkan spesifikasi perangkat.