⌂ Beranda News Harga Tembaga Menguat Jelang Keputusan Tarif Impor AS

Harga Tembaga Menguat Jelang Keputusan Tarif Impor AS

Harga Tembaga Menguat Jelang Keputusan Tarif Impor AS
Ilustrasi harga tembaga menguat
A A Ukuran Teks16px

Harga tembaga mengalami penguatan di New York dan London pada awal bulan yang krusial ini.

Tren positif tersebut dipicu oleh penantian pasar terhadap kejelasan rencana pemerintah Amerika Serikat terkait penerapan tarif impor logam.

>>> Perempuan Alami Kanker Kulit Akibat Sinar UV Manicure

Menteri Perdagangan AS memiliki batas waktu hingga 30 Juni untuk menyerahkan rekomendasi terbaru kepada Presiden Donald Trump.

Rekomendasi ini berkaitan dengan kebijakan tarif untuk tembaga olahan yang menjadi bentuk tembaga paling banyak diperdagangkan.

Menjelang keputusan penting tersebut, selisih atau premi harga tembaga di AS dibandingkan pasar global kembali melebar. Kondisi ini memicu lonjakan arus pengiriman logam menuju pelabuhan-pelabuhan di Amerika.

Faktor-faktor pendukung lainnya juga turut menjaga pergerakan harga tetap tinggi di pasar komoditas. Sepanjang Mei, harga tembaga tercatat sudah membukukan kenaikan sebesar 5%.

Sentimen positif bertambah seiring upaya AS dan Iran dalam merundingkan gencatan senjata yang ikut mendongkrak harga logam.

Selain itu, tingginya antusiasme pasar terhadap aset-aset yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau AI ikut merembet ke pasar tembaga.

Lembaga keuangan Goldman Sachs Group Inc. turut menaikkan proyeksi harga tembaga di London Metal Exchange atau LME.

>>> Harga Emas Antam 1 Mei 2026 Stagnan di Level Rp 2.799.000 Per Gram

Mereka meningkatkan perkiraan harga akhir tahun lebih dari 10% karena melihat adanya penimbunan stok oleh AS serta pasokan tambang yang lebih lemah dari perkiraan.

Tembaga diperkirakan akan mengakhiri tahun 2026 pada level US$13.735 per ton.

Angka proyeksi terbaru ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang berada di level US$12.465 per ton.

"Impor AS melampaui ekspektasi pada semester I-2026, dan kami memperkirakan impor AS akan kembali meningkat dalam sebulan mendatang, mencerminkan peluang arbitrase impor yang kini terbuka," tulis para analis yang dipimpin Aurelia Waltham dalam sebuah catatan.

Perkembangan Pasar dan Negosiasi Global

Dalam skenario dasar bank tersebut, AS diperkirakan akan kembali menunda penerapan tarif terhadap tembaga olahan.

Departemen Perdagangan AS sebelumnya sempat mengejutkan pasar tahun lalu dengan memutuskan tidak mengenakan pungutan.

>>> Proyeksi Ekspor Indonesia April 2026 Melonjak hingga 9 Persen

Sebagai gantinya, departemen tersebut merekomendasikan penerapan tarif secara bertahap yang dimulai dari 15% pada hari pertama tahun 2027.

Rekomendasi inilah yang kini akan ditinjau kembali sebelum akhir bulan Juni.

Di LME, harga tembaga naik 0,4% menuju posisi US$13.687,50 per ton pada Senin pukul 11:44 waktu Shanghai.

Sementara itu, kontrak tembaga di Comex mengarah ke penutupan tertinggi sejak 14 Mei setelah mengalami kenaikan 1% ke level US$6,45 per pon.

Penguatan ini juga diikuti oleh komoditas logam lainnya di London seiring langkah investor memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.

Saat ini, AS dan Iran masih berada dalam jalur negosiasi untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Walaupun kepastian mengenai tercapainya kesepakatan tersebut masih belum bisa dipastikan, munculnya tanda-tanda kemajuan perundingan telah meredakan kekhawatiran pelaku pasar.

>>> Reiwa Luncurkan Stick Vacuum Cleaner VS-2501STBZ di Indonesia

Hal ini mengurangi kecemasan terhadap potensi gangguan yang lebih buruk bagi perekonomian global serta permintaan logam dunia.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru