Seorang perempuan didiagnosis menderita kanker kulit stadium awal yang diduga kuat berkaitan dengan kebiasaannya menjalani perawatan kuku menggunakan lampu sinar ultraviolet (UV).
Kisah medis ini menjadi viral di media sosial Threads setelah dibagikan oleh akun @rizqafputri pada Senin (1/6/2026).
>>> Dua Lipa Resmi Menikah dengan Callum Turner di London
Pasien tersebut dikenal telaten merawat kuku dan rutin melakukan manicure setiap tiga minggu sekali selama kurang lebih 18 tahun.
Lesi abnormal mulai muncul di punggung tangannya dan semakin memburuk dalam setahun terakhir dengan gejala kemerahan, kulit menebal, permukaan kasar, hingga bersisik.
Tim medis kemudian melakukan biopsi dan menemukan dua lesi termasuk kanker kulit tahap sangat awal (Squamous Cell Carcinoma/SCC in situ), serta satu lesi lain berupa actinic keratosis (AK) yang merupakan lesi prakanker akibat paparan UV.
>>> Kemensos Sediakan Dua Layanan Cek Status Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Juni 2026
Kecurigaan dokter diperkuat oleh pola penyebaran benjolan yang tidak biasa pada punggung tangan pasien.
Tips Aman Melakukan Manicure
Dokter Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, mengatakan masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghindari perawatan manicure.
>>> Xiaomi 17T Series Resmi Meluncur di Indonesia 2 Juni 2026
Langkah pencegahan utama adalah membatasi paparan radiasi sinar UV pada area kulit di sekitar kuku selama proses kosmetik.
“Untuk mengurangi risiko, sebaiknya gunakan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 hingga 50 pada seluruh punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum prosedur manicure dimulai,” ujar dr. Darma.
Alternatif lain, konsumen bisa menggunakan sarung tangan khusus anti-UV yang bagian ujung jarinya bolong, sehingga hanya area kuku yang terbuka.
>>> Cara Tukar Poin Telkomsel Jadi Kuota Internet Lewat HP dengan Mudah
“Atau gunakan sarung tangan khusus anti-UV yang bagian ujung jarinya bolong, jadi hanya membuka area kuku saja,” tambahnya.
