⌂ Beranda News Pemerintah Terapkan Sistem Ekspor Satu Pintu Lewat PT Danantara

Pemerintah Terapkan Sistem Ekspor Satu Pintu Lewat PT Danantara

Pemerintah Terapkan Sistem Ekspor Satu Pintu Lewat PT Danantara
Ilustrasi sistem ekspor satu pintu melalui PT Danantara
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah resmi memberlakukan sistem ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan ini bertujuan mencegah kebocoran devisa dan mengoptimalkan penerimaan negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan akan dijalankan secara bertahap.

>>> IHSG Melemah 0,56% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Justru Melonjak Rp94 Triliun

Masa transisi dimulai pada 1 Juni hingga 31 Desember 2026, sebelum diterapkan penuh pada 1 Januari 2027.

Selama periode transisi, perusahaan eksportir masih dapat menjalankan aktivitas ekspor secara mandiri. Namun, mereka memiliki kewajiban baru untuk melaporkan seluruh kegiatan perdagangan kepada PT DSI selaku BUMN ekspor.

"Implementasi akan berlaku mulai besok, 1 Juni 2026, yang merupakan periode transisi.

Kegiatan ekspor berjalan seperti biasa oleh perusahaan yang bersangkutan, namun terdapat kewajiban bagi perusahaan ekspor untuk melaporkan kegiatan ekspornya melalui ataupun kepada PT DSI sebagai BUMN ekspor," kata Airlangga.

>>> Jenazah Ryamizard Ryacudu Akan Disemayamkan di Cikeas Bogor

Proses pelaporan akan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui portal CEISA 4.0. Pemerintah akan mengevaluasi pelaksanaannya dalam tiga bulan pertama.

Peran PT Danantara Meningkat pada 2027

Saat sistem berlaku penuh pada awal 2027, peran PT DSI akan meningkat.

Dari sekadar pencatat transaksi, PT DSI akan menjadi pembeli komoditas ekspor domestik untuk kemudian dijual ke pasar internasional.

Pengawasan ketat pada tahap awal menyasar tiga komoditas utama. Ketiganya adalah minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan ferroalloy.

>>> Trump Perketat Syarat Damai dengan Iran, Desak Pemusnahan Uranium

Langkah ini untuk menekan praktik under invoicing serta transfer pricing.

Pihak manajemen Danantara menyatakan bahwa pembentukan badan usaha ini merupakan langkah nyata negara. Tujuannya memastikan pengelolaan perdagangan komoditas strategis berlangsung secara akuntabel.

"Tentu kita memastikan yang pertama bahwa perusahaan ini akan berjalan sesuai dengan governance yang baik, transparan, accountable.

Ini menjadi patokan utama kita," ujar Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara.

>>> Ukuran Ideal Garasi Toyota Avanza: Panduan Membangun Ruang Parkir yang Nyaman

Untuk mendukung tata kelola profesional, Danantara tengah menyelenggarakan proses seleksi sumber daya manusia yang ketat. Hal ini agar mampu memberikan kontribusi dan manfaat maksimal bagi negara.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru