⌂ Beranda News Persediaan Minyak AS di Cushing Anjlok ke Level Kritis Akibat Lonjakan Ekspor

Persediaan Minyak AS di Cushing Anjlok ke Level Kritis Akibat Lonjakan Ekspor

Persediaan Minyak AS di Cushing Anjlok ke Level Kritis Akibat Lonjakan Ekspor
Tangki penyimpanan minyak di Cushing, Oklahoma
A A Ukuran Teks16px

Persediaan minyak mentah komersial di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, Amerika Serikat, mengalami penurunan drastis ke level kritis.

Penurunan ini dipicu oleh lonjakan ekspor selama konflik bersenjata yang melibatkan Iran.

>>> Garmin Resmi Luncurkan Forerunner 70 dan 170 di Indonesia

Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS pada Rabu (17/6/2026), volume minyak yang tersisa di kompleks penyimpanan tersebut hanya sekitar 20 juta barel.

Angka itu dikategorikan oleh sebagian besar pelaku pasar sebagai batas minimum operasional tangki.

Penurunan Berlangsung Delapan Pekan Berturut-turut

Pengosongan pasokan di fasilitas utama tersebut telah berlangsung selama delapan pekan berturut-turut.

Penyusutan stok terjadi sebagai imbas langsung dari peningkatan pengiriman minyak mentah asal AS ke pasar global untuk menutup celah pasokan dunia.

>>> Pemerintah Alokasikan Rp7,21 Triliun untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

Konflik bersenjata yang melibatkan Iran sebelumnya sempat menahan sekitar 20 persen aliran pasokan energi global di kawasan Teluk Persia.

Kondisi ini mendorong ekspor minyak AS meningkat signifikan.

Penurunan cadangan energi tidak hanya melanda Cushing, tetapi juga menekan agregat persediaan minyak nasional AS, termasuk bahan bakar dan cadangan strategis negara, ke level terendah sejak pemantauan data dimulai pada 1985.

>>> Google Perbarui Android Switch untuk Migrasi Mudah dari iPhone

Cadangan minyak strategis AS sendiri tercatat merosot hingga menyisakan 340 juta barel.

Hal ini setelah adanya kebijakan pelepasan 172 juta barel oleh pemerintah setempat untuk meredam lonjakan harga domestik.

Proses penarikan minyak mentah dari tangki penyimpanan saat volume berada di bawah batas garis hisap memerlukan biaya tinggi.

Selain itu, risiko penurunan kualitas komoditas akibat endapan sedimen dan air juga meningkat.

>>> Pemerintah Siapkan Rp14,09 Triliun untuk Tunjangan Guru Non-ASN pada 2027

Kendati demikian, tingkat permintaan domestik terpantau masih tinggi. Hal ini ditandai oleh volume pemrosesan minyak rekor di sejumlah pabrik kilang kawasan Midwest.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru