Badan Pengelola Investasi Danantara bakal mengumumkan jajaran manajemen baru PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada pekan depan.
Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis nasional.
>>> Kemenpar Manfaatkan Pelemahan Rupiah untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
Pengumuman tersebut dilakukan menjelang dimulainya operasional tahap pertama holding BUMN ekspor pada Senin, 1 Juni 2026.
Proses Seleksi Ketat
Pengisian posisi pimpinan PT DSI melewati proses penyaringan yang ketat.
Hal ini bertujuan mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia.
Sejauh ini, Danantara baru menetapkan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI. Luke merupakan mantan eksekutif Vale SA.
Chief Operational Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa proses seleksi masih berlangsung.
"Insyaallah pekan depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan menjadi bagian tim PT DSI," ujar Dony dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Manajemen juga fokus pada perancangan sistem teknologi penunjang operasional perusahaan.
Digitalisasi ditargetkan mampu mendongkrak nilai ekspor tiga komoditas utama: batu bara, crude palm oil (CPO), dan paduan besi.
>>> Minum Obat Setelah Kopi Picu Bahaya dan Interaksi Medis
"Kita tidak mau niat baik kalau dikelola tidak baik menjadi masalah pemindahan masalah saja," kata Dony.
Sepanjang 2025, kombinasi ekspor ketiga komoditas tersebut mencapai 66,13 miliar dolar AS.
Angka itu berkontribusi 23,4 persen dari total ekspor nasional.
Sektor batu bara menyumbang 24,48 miliar dolar AS, minyak kelapa sawit 24,42 miliar dolar AS, dan besi paduan 16,49 miliar dolar AS.
"Kami memastikan perusahaan yang dibentuk akan berjalan transparan dan dapat diawasi seluruh masyarakat Indonesia," tegas Dony.
Strategi pemenuhan sumber daya manusia untuk memimpin operasional komoditas ini melibatkan tenaga kerja lintas negara.
Danantara membuka peluang bagi profesional asing untuk mengisi posisi strategis seperti perdagangan internasional dan pembiayaan perdagangan.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan rekrutmen bersifat global.
"Bukan hanya di Indonesia, semuanya global," ungkap Pandu dalam agenda Investor Daily Round Table, Selasa (26/5/2026).
>>> Kaki Mahasiswi Terjebak di Selokan UNS, Damkar Solo Evakuasi
Ia mencontohkan sektor batu bara yang hanya memiliki sekitar 2.000 pedagang di skala global.
Keterbatasan ini mendorong perusahaan menarik talenta internasional yang berpengalaman.
"Sama dengan CPO, sebagian besar banyak di dalam dan luar negeri. Kita harus rekrut talenta global," jelas Pandu.
Meski menyasar bursa kerja internasional, penjaringan tenaga kerja lokal tetap berjalan melalui restrukturisasi internal BUMN.
Hal ini dimaksudkan untuk memicu kolaborasi profesional antara tenaga kerja domestik dan mancanegara.
"Tentu akan ada juga dari BUMN yang akan kita rekrut. SDM yang ada bisa belajar bareng," ungkap Pandu.
Proses integrasi ini diharapkan mempercepat adopsi keahlian baru di bidang keuangan komoditas bagi pekerja dalam negeri.
Skema alih pengetahuan menjadi fokus utama, terutama untuk sektor pendanaan khusus yang ahli domestiknya masih terbatas.
>>> Review OPPO Find X9 Ultra Resmi Indonesia: Flagship Terbaik 2026
"Contoh dari sisi pendanaan, trade financing, sebagian besar talentanya tidak banyak di Indonesia. Kita harus rekrut untuk transfer pengetahuan soal pembiayaan komoditas," jelas Pandu.