⌂ Beranda News Kemenpar Manfaatkan Pelemahan Rupiah untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

Kemenpar Manfaatkan Pelemahan Rupiah untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

Kemenpar Manfaatkan Pelemahan Rupiah untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
Wisatawan mancanegara berlibur di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengoptimalkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai peluang untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Langkah ini berkaca pada tren positif kuartal pertama tahun 2026.

>>> Kaki Mahasiswi Terjebak di Selokan UNS, Damkar Solo Evakuasi

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan promosi, misi penjualan, serta keikutsertaan dalam berbagai pameran pariwisata internasional.

Upaya ini dilakukan guna mendorong angka kunjungan sekaligus memperpanjang durasi tinggal para pelancong asing di tanah air.

Pelemahan Rupiah Dinilai Jadi Peluang

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan bahwa pelemahan rupiah menjadi peluang bagi Indonesia. Menurutnya, situasi ini membuat Indonesia memiliki daya tarik lebih bagi wisatawan.

Penurunan mata uang domestik dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, kondisi kepariwisataan nasional sepanjang Januari hingga Maret 2026 tetap terjaga dengan pertumbuhan melampaui capaian kuartal tahun sebelumnya.

Ni Luh Puspa menambahkan bahwa situasi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk dikunjungi dengan lama tinggal yang lebih lama dari biasanya.

Fokus pada Pasar Jarak Pendek dan Menengah

Menyikapi penurunan pasar dari Eropa, Amerika, dan Timur Tengah akibat gejolak global, pelaku usaha pariwisata diimbau mengalihkan fokus ke wilayah terdekat.

>>> Review OPPO Find X9 Ultra Resmi Indonesia: Flagship Terbaik 2026

Kemenpar mendorong penguatan penetrasi pasar pada negara-negara dengan jarak tempuh pendek dan menengah.

Ni Luh Puspa menekankan perlunya memperkuat pasar short-haul dan medium-haul agar mengalami peningkatan. Hal ini menjadi substitusi dari pasar Eropa, Amerika, dan Timur Tengah yang terdampak situasi geopolitik.

Dampak Pelemahan Rupiah Belum Signifikan

Asosiasi Agen Perjalanan dan Perjalanan Indonesia (Asita) menilai dampak positif dari pelemahan kurs tersebut belum berimbas secara signifikan terhadap lonjakan jumlah kunjungan wisman di lapangan.

Sekretaris Jenderal Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan bahwa pelemahan rupiah tidak serta merta menaikkan tingkat kunjungan wisman ke Indonesia.

Memang ada peningkatan, tapi belum signifikan.

Secara komparatif, Indonesia dinilai mempunyai keunggulan dari segi harga komoditas pariwisata dibandingkan dengan destinasi lain di Asia.

>>> Jadwal dan Rute KA Dhoho Murah untuk Libur Sekolah 2026

Wisatawan asing diuntungkan oleh nilai tukar yang membuat ongkos penginapan, konsumsi, dan paket wisata menjadi lebih ekonomis.

Budijanto menjelaskan bahwa dengan kurs dolar yang lebih kuat, wisatawan asing bisa memperoleh biaya akomodasi, makanan, dan layanan wisata yang lebih murah saat berlibur di Indonesia.

Pasar Utama Wisatawan Mancanegara

Hingga saat ini, pasar utama yang mendominasi kedatangan wisman ke Indonesia meliputi Malaysia, Australia, Singapura, China, dan India.

Selain itu, ada juga pergerakan konstan dari kawasan Eropa.

Budijanto menyebutkan bahwa wisman terbesar saat ini masih dari Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan India, di luar negara-negara Eropa lainnya.

Tantangan Depresiasi Rupiah

Kendati diuntungkan dari segi harga jual, depresiasi rupiah menimbulkan tantangan baru berupa pembengkakan biaya operasional. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan pelaku industri domestik pada barang-barang impor.

Budijanto menambahkan bahwa industri dalam negeri yang masih banyak tergantung dengan impor menjadi salah satu kendala bagi perkembangan industri, termasuk pariwisata.

>>> Militer Israel Perluas Serangan Darat di Lebanon Selatan, Tembus Sungai Litani

Kemenpar memproyeksikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan asing untuk berlibur lebih lama.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru