Seorang hakim federal pada hari Jumat memblokir rencana penutupan sementara Kennedy Center untuk renovasi besar-besaran.
Hakim Distrik Amerika Serikat Casey Cooper menyatakan bahwa dewan pengurus telah melanggar hukum karena menambahkan nama Presiden Donald Trump pada gedung pertunjukan bersejarah tersebut.
>>> Jadwal KRL Solo Jogja 31 Mei 2026: Keberangkatan Pagi hingga Malam
Cooper memutuskan bahwa undang-undang pendirian pusat seni itu menegaskan tempat tersebut hanya dinamai untuk menghormati Presiden John F.
Kennedy.
"The Kennedy Center must be named for and is meant to honor President Kennedy alone," tulis hakim dalam perintahnya yang dibacakan dalam aksi unjuk rasa.
Hakim Cooper menyatakan bahwa Kongres yang memberikan nama kepada Kennedy Center, sehingga hanya pihak legislatif yang memiliki wewenang untuk mengubahnya.
"Congress gave the Kennedy Center its name, and only Congress can change it," tulis Cooper dalam opini hukum setebal 94 halaman.
Pihak berwenang diwajibkan menghapus seluruh papan nama dan referensi terkait nama Trump dalam waktu dua minggu sejak keputusan dikeluarkan.
Respons Trump dan Reaksi Publik
Menanggapi keputusan tersebut, Donald Trump mengindikasikan mundurnya dari sengketa hukum melalui platform Truth Social.
"Unless I am free to do what I do better than anyone else, bring this Institution back, physically, financially, and artistically, I have no interest in continuing what could only be a hopeless journey into 'NEVER NEVER LAND,'" tulis Trump.
>>> BTN Salurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun ke Pindad untuk Perkuat Industri Pertahanan
Ia menginstruksikan Departemen Perdagangan untuk mengurus pengalihan kendali operasi lembaga kepada Kongres.
"I have instructed the Department of Commerce to make all necessary arrangements with Congress to allow a full and complete transfer of this Institution, giving them the responsibility for its Operation, Maintenance, and Management," tambah Trump.
Puluhan warga berkumpul pada hari Jumat untuk merayakan keputusan hakim sekaligus memperingati hari ulang tahun John F. Kennedy yang ke-109.
"I was so tickled," kata seorang demonstran, Barb Archebald kepada WTOP.
Para pengunjuk rasa membawa berbagai poster penolakan terhadap kepemimpinan Trump di dewan pusat kesenian tersebut.
"Restore dignity to the Kennedy Center — fire Trump," bunyi tulisan pada poster yang dibawa oleh Beth Conord.
"I'm absolutely encouraged," kata Conord.
"Small steps, but hopefully we'll get to the bigger steps," lanjutnya.
Renovasi Tetap Berjalan
Meskipun melarang perubahan nama, Hakim Cooper menjelaskan dewan tetap boleh melanjutkan proyek renovasi infrastruktur gedung yang sudah berusia puluhan tahun.
>>> Jadwal KA Kamandaka Juni 2026 Rute Semarang–Purwokerto PP Lengkap
"There is no evidence that the Board took account of its full range of statutory obligations in determining that a wholesale shuttering of the Kennedy Center was appropriate," tulis Cooper terkait rencana penutupan total gedung.
Hakim Cooper menambahkan tidak ada bukti dewan pengurus mempertimbangkan mandat legislatif untuk tetap mempertahankan sebagian program kesenian selama periode renovasi.
"In short, there is no evidence before the Court that the Kennedy Center Board of Trustees considered how it would accomplish its full legislative mandate during the closure period," tegas Cooper.
Manajemen Kennedy Center melalui Wakil Presiden Hubungan Masyarakat Roma Daravi menyatakan akan meninjau keputusan tersebut secara cermat namun tetap berencana mengajukan banding.
"We are confident that on appeal the court will uphold the board's will to recognize President Trump's historic contributions to our nation's cultural center," kata Roma Daravi dalam sebuah pernyataan resmi.
Gugatan hukum ini awalnya diajukan oleh Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Joyce Beatty, yang menilai tindakan dewan pengurus merubah nama tidak memiliki dasar hukum.
"Today's ruling rightly affirms that this administration's efforts to rename and close the center have no basis in law," kata Beatty dalam pernyataan tertulis.
Beatty menegaskan bahwa fasilitas publik ini merupakan aset milik seluruh masyarakat Amerika Serikat.
>>> Pemerintah Tetapkan 1 Juni 2026 sebagai Hari Libur Nasional Peringatan Hari Lahir Pancasila
"The Kennedy Center is an institution that belongs to the American people, not to Donald Trump," pungkas Beatty.
