⌂ Beranda News PSI Ungkap Safari Politik Jokowi Bertujuan Hapus Citra Kader PDIP

PSI Ungkap Safari Politik Jokowi Bertujuan Hapus Citra Kader PDIP

PSI Ungkap Safari Politik Jokowi Bertujuan Hapus Citra Kader PDIP
Mantan Presiden Joko Widodo melakukan blusukan
A A Ukuran Teks16px

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membeberkan alasan di balik rangkaian safari politik yang dilakukan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke berbagai provinsi.

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan langkah tersebut merupakan upaya untuk mengikis citra Jokowi yang selama ini melekat sebagai kader PDIP.

>>> BI Intervensi Pasar Valas Redam Pelemahan Rupiah ke Rp17.800

Menurut Bestari, identitas Jokowi sebagai pemimpin yang gemar blusukan ke masyarakat bawah mulanya terbentuk saat ia masih bernaung di bawah PDIP.

Narasi itu kini ingin diubah agar publik tahu bahwa aktivitas blusukan Jokowi berjalan bersama PSI.

“Pak Jokowi sudah tidak lagi di sana, dan mudah-mudahan menjadi kesempatan juga pada saat mengunjungi seluruh Indonesia nanti Pak Jokowi menyatakan bahwa sekarang sudah bersama PSI,” katanya saat dihubungi Jumat (29/5/2026).

“Jadi yang dulu selama 10 tahun orang suka sama Pak Jokowi ketika menjabat, hari ini jadi permakluman publik 'Oh, beliau sudah di sini di PSI.

>>> Saham Gap Inc Anjlok Akibat Pemangkasan Proyeksi Penjualan Tahunan

Kita jangan lagi milih partai yang itu' kan begitu,” imbuhnya.

Sasar Silent Voters

Selain pergeseran citra politik, Bestari mengungkapkan agenda kunjungan ke daerah-daerah itu bertujuan merangkul para pemilih senyap atau silent voters di sejumlah wilayah.

Menurutnya, figur Jokowi masih memiliki basis massa yang kuat.

>>> Kolaborasi Multi-Pihak Dinilai Mendesak untuk Tingkatkan Literasi Nasional

Faktor ini diyakini mampu memberikan coat-tail effect atau efek ekor jas yang signifikan bagi pertumbuhan suara PSI secara nasional.

Bestari juga menyatakan keheranannya terhadap respons partai politik lain, termasuk PDIP, yang mempersoalkan agenda safari politik tersebut.

Menurutnya, kegelisahan muncul karena PDIP kini tidak lagi menikmati dampak elektoral dari aksi blusukan yang menjadi ciri khas Jokowi.

“Wajarlah kan namanya Pak Jokowi dicintai rakyat, kemudian pindah ya silent voters-nya Pak Jokowi, pendukung Pak Jokowi juga akan ikut pindah tentu ke mana?

>>> BI Perkuat Intervensi Pasar Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.874

Ke PSI sehingga ada kekhawatiran-kekhawatiran mungkin ya kita maklumilah,” katanya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru