⌂ Beranda News Saham Gap Inc Anjlok Akibat Pemangkasan Proyeksi Penjualan Tahunan

Saham Gap Inc Anjlok Akibat Pemangkasan Proyeksi Penjualan Tahunan

Saham Gap Inc Anjlok Akibat Pemangkasan Proyeksi Penjualan Tahunan
Grafik saham Gap Inc. menurun
A A Ukuran Teks16px

Saham Gap Inc. mengalami penurunan tajam setelah perusahaan ritel pakaian tersebut memangkas proyeksi penjualan tahunannya.

Langkah ini menjadi hambatan terbaru bagi korporasi yang sedang berupaya memikat kembali minat konsumen.

>>> Kolaborasi Multi-Pihak Dinilai Mendesak untuk Tingkatkan Literasi Nasional

Chief Executive Officer Richard Dickson yang menjabat sejak 2023 telah menerapkan strategi kolaborasi selebritas untuk mendongkrak popularitas. Namun, proses pemulihan bisnis berjalan tidak merata di berbagai lini.

Merek utama Gap memperlihatkan perkembangan paling positif. Sementara itu, jaringan pakaian olahraga Athleta masih terus menghadapi tekanan berat.

Perbaikan performa pada Banana Republic dan Old Navy tercatat masih di bawah ekspektasi untuk kuartal yang berakhir 2 Mei 2026.

Situasi ini mengejutkan bagi Old Navy yang selama ini menjadi andalan kategori produk terjangkau.

Secara menyeluruh, realisasi penjualan comparable Gap beserta seluruh merek turunannya meleset dari target analis.

Kini perusahaan memproyeksikan pertumbuhan penjualan bersih tahunan hanya mencapai 2 persen, turun dari target sebelumnya sebesar 3 persen.

>>> BI Perkuat Intervensi Pasar Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.874

Imbasnya, saham Gap merosot hingga 16 persen dalam perdagangan setelah jam bursa. Pelemahan ini melengkapi penurunan 2,3 persen sepanjang tahun berjalan.

Penyebab Kinerja Buruk Old Navy

Dalam pertemuan dengan analis, Richard Dickson mengakui adanya variasi performa di antara merek-merek perusahaan.

"Meskipun kami tidak memulai sekuat yang kami perkirakan, kami masih berada di awal tahun," katanya.

Kinerja mengecewakan di Old Navy dipicu oleh strategi pemilihan produk musiman yang kurang tepat, terutama untuk kategori gaun.

Dickson menyebutkan tantangan ini murni bersumber dari masalah penawaran produk internal, bukan karena pelemahan sentimen belanja masyarakat.

>>> Xiaomi Resmi Luncurkan 17T dan 17T Pro dengan Baterai Raksasa 7.000mAh

"Terus terang, kami belum memiliki kombinasi mode dan nilai yang tepat untuk kategori tersebut," ujar Dickson.

Chief Financial Officer Katrina O'Connell menambahkan bahwa revisi target tahunan sebagian besar dipengaruhi oleh koreksi performa di Old Navy.

Penjualan comparable untuk merek terbesar Gap tersebut diperkirakan bergerak datar hingga hanya tumbuh maksimal 1 persen.

Untuk kuartal berjalan, Gap memproyeksikan penjualan bersih akan stagnan atau melemah hingga 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Angka proyeksi tersebut lebih rendah daripada estimasi analis pasar. Saat ini, pelaku industri ritel global berjuang memikat konsumen di tengah tekanan inflasi dan tingginya harga bensin.

Kondisi ekonomi membuat banyak pembeli menunda pengeluaran besar dan lebih memilih merek yang menawarkan efisiensi nilai.

>>> Pemerintah Sediakan Lahan 24 Ribu Hektare untuk PLTS 100 GW di Jawa

Tekanan ini tidak hanya melanda Gap Inc., saham kompetitor American Eagle Outfitters Inc. juga merosot dua digit setelah laporan penjualan toko comparable yang mengecewakan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru