⌂ Beranda News BI Perkuat Intervensi Pasar Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.874

BI Perkuat Intervensi Pasar Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.874

BI Perkuat Intervensi Pasar Hadapi Pelemahan Rupiah ke Rp17.874
Bank Indonesia melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia mengoptimalkan intervensi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang melemah hingga menyentuh posisi Rp17.874 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, 29 Mei 2026.

Depresiasi mata uang ini dipicu oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah dan peningkatan kebutuhan valuta asing musiman domestik.

>>> Xiaomi Resmi Luncurkan 17T dan 17T Pro dengan Baterai Raksasa 7.000mAh

Berdasarkan data Bloombergtechnoz, nilai tukar rupiah menutup perdagangan akhir Mei 2026 dengan pelemahan sebesar 0,48 persen. Posisi tersebut menandai level terendah sepanjang sejarah.

Sepanjang Mei, mata uang Indonesia membukukan depresiasi sebesar 2,91 persen.

Pelemahan terjadi selama tiga bulan berturut-turut, menjadikan rupiah sebagai mata uang terlemah di Asia, melampaui won Korea Selatan dan yen Jepang.

Langkah BI dan Koordinasi

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menyatakan bahwa otoritas moneter berkomitmen penuh mengawal stabilitas nilai tukar di tengah keterbatasan arus masuk dolar AS.

>>> Pemerintah Sediakan Lahan 24 Ribu Hektare untuk PLTS 100 GW di Jawa

"Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock," kata Ramdan dalam siaran pers, Jumat (29/5/2026).

Langkah pengendalian dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward di pasar offshore, transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Bank Indonesia juga memperkuat bauran kebijakan moneter lewat struktur suku bunga pro-market.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.880 per Dolar AS pada Akhir Pekan

Selain itu, BI menetapkan batasan tunai beli valas tanpa underlying sebesar US$25.000 per pelaku per bulan mulai Juni 2026.

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi," jelas Ramdan.

Tekanan eksternal terhadap rupiah terjadi saat mata uang Asia lainnya, seperti baht Thailand dan ringgit Malaysia, justru menguat.

Sentimen investor global terkait konflik AS dengan Iran sedikit mereda akibat kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari.

>>> Bioskop Indonesia Siap Tayangkan Mobile Suit Gundam Hathaway The Sorcery of Nymph Circe

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur," tegas Ramdan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru