⌂ Beranda News Pendapatan Neto Blibli Melesat 67 Persen pada Kuartal I-2026

Pendapatan Neto Blibli Melesat 67 Persen pada Kuartal I-2026

Pendapatan Neto Blibli Melesat 67 Persen pada Kuartal I-2026
Ilustrasi pertumbuhan pendapatan Blibli
A A Ukuran Teks16px

PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) membukukan lonjakan pendapatan neto konsolidasian sebesar 67 persen secara tahunan (year-on-year/y.

o. y) pada kuartal I-2026.

>>> RedMagic 11S Pro Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5

Pendapatan neto emiten berkode BELI ini melesat menjadi Rp 7.835 triliun hingga Maret 2026, dari Rp 4.694 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan omzet ini didorong oleh peningkatan kinerja di seluruh segmen usaha perseroan, khususnya segmen Institusi dan Toko Fisik.

Pihak manajemen Blibli mengungkapkan bahwa tingginya volume penjualan smartphone menjadi salah satu kontributor utama dalam capaian tersebut.

"Kami memulai tahun 2026 dengan momentum yang solid, melanjutkan tren positif dari kuartal sebelumnya.

Hasil kuartal pertama kami mencerminkan kelanjutan dari eksekusi strategi kami, dimana ini menghasilkan pertumbuhan pendapatan dua digit yang kuat serta peningkatan lebih jauh pada take rate dan marjin secara keseluruhan.

Pada saat bersamaan, kami berhasil mendorong peningkatan kinerja profitabilitas secara signifikan, menggarisbawahi fokus kami pada eksekusi secara disiplin dan berkelanjutan," ujar CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, dikutip dari laporan kinerja perusahaan, Kamis (28/5/2026).

Perbaikan Rasio Take Rate dan Efisiensi Biaya

Selain mencetak pertumbuhan pendapatan, Blibli juga mencatatkan perbaikan pada rasio take rate, yaitu pendapatan terhadap nilai transaksi.

>>> Minat Sedan Bekas Tinggi, Honda Civic FD 2008 Tawarkan Desain Sporty

Rasio take rate konsolidasian perseroan terkerek naik dari 9,0% pada kuartal I-2025 menjadi 9,9% pada kuartal I-2026.

Kenaikan rasio ini ditopang kuat oleh kinerja segmen Ritel 1P dan Institusi.

Capaian tersebut merupakan hasil dari pertumbuhan Laba Bruto Sebelum Diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 21% y.

o. y pada periode tiga bulan pertama tahun ini.

Dari aspek efisiensi biaya, Blibli berhasil menekan beban operasional konsolidasian terhadap Total Nilai Transaksi (Total Payment Value/TPV) menjadi 6,4% dari sebelumnya 7,3%.

Pemangkasan struktur biaya ini mendorong perbaikan persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 200 basis poin (bps) y. o.

y.

Sinergi ekosistem digital juga terus diperkuat melalui perluasan fitur Blibli Affiliate ke dalam platform tiket. com.

>>> Spanyol Blokir Polymarket dan Kalshi, Platform Pasar Prediksi Kripto

Manajemen memproyeksikan langkah taktis ini mampu meningkatkan jumlah pengguna aktif yang bertransaksi lintas platform di masa mendatang.

Blibli juga terpantau sangat agresif dalam memperluas jangkauan bisnis luring atau toko fisik mereka.

Sepanjang kuartal I-2026, perseroan tercatat telah mengoperasikan sebanyak 35 toko ritel baru di berbagai lokasi.

Melalui penambahan gerai baru tersebut, hingga akhir Maret 2026 Blibli mengelola total 295 toko elektronik konsumen, 9 toko elektronik rumah tangga, dan 1 toko fesyen & olahraga.

Perseroan juga mengoperasikan 58 gerai supermarket premium serta 37 home and living experience centers.

"Kinerja di seluruh usaha kami tetap berimbang.

Segmen perdagangan kami terus menjadi penopang pertumbuhan, didukung oleh permintaan yang kuat di berbagai kategori utama dan pendekatan yang lebih terfokus pada produk-produk dengan marjin lebih tinggi.

>>> Dishut Lampung Perketat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino Godzilla

Strategi omnichannel kami terus bertumbuh di berbagai kategori, sementara usaha institusi dan toko fisik kami berkembang dengan kualitas dan skala yang lebih baik," pungkas Kusumo.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru