Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung memperketat langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul ancaman fenomena El Nino Godzilla.
Fenomena cuaca ekstrem itu diprediksi melanda mulai Juni hingga September 2026.
>>> Doni Tata Ungkap Perjuangan Pembalap Yogyakarta Tanpa Sirkuit Permanen
Upaya konkret dilakukan melalui penerbitan surat edaran resmi oleh pemerintah daerah setempat.
Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Hutan Dishut Lampung Zulhaidir menyatakan, seluruh instansi terkait diminta mengintensifkan pemantauan wilayah.
"Intinya masing-masing instansi diminta lebih mengintensifkan pemantauan wilayah, berkoordinasi dengan aparat terkait sistem peringatan dini, serta mengaktifkan kembali langkah antisipasi karhutla," ujar Zulhaidir.
Instruksi kesiapsiagaan ditujukan kepada para bupati, wali kota, perusahaan perkebunan, hingga pelaku usaha kawasan hutan.
>>> Indonesia dan Thailand Genjot Utang Jangka Pendek Hadapi Dampak Perang
Pemerintah kabupaten dan kota juga diperintahkan mengaktifkan kembali satuan tugas karhutla guna mempercepat respons penanganan titik api.
Pihak swasta dan pemegang izin kawasan wajib memastikan sarana prasarana pemadam kebakaran siap pakai.
"Satgas kabupaten/kota diminta aktif lagi, kemudian mengecek kesiapan peralatan karhutla, mengaktifkan personel di lapangan untuk pemantauan lebih intens, serta melakukan pemadaman dini jika ditemukan indikasi kebakaran," lanjut Zulhaidir.
Pengetatan pengawasan dipicu oleh karakteristik El Nino 2026 yang diproyeksikan lebih panjang dibanding fenomena serupa pada 2023.
"Kalau El Nino ini biasanya per tiga tahun.
>>> Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Dorong Peran Strategis Negara
Tahun 2023 kita juga sudah melakukan antisipasi, dan tahun 2026 ini diperkirakan lebih panjang dari sebelumnya," jelas Zulhaidir.
Meski kewaspadaan ditingkatkan, Lampung belum masuk daftar prioritas nasional wilayah rawan kekeringan ekstrem.
Fokus pemantauan ketat saat ini diarahkan ke area konservasi yang memiliki kerentanan tinggi terhadap titik api.
"Kalau sampai April kemarin, kebakaran yang terjadi sebagian besar berada di wilayah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur.
>>> Indosat Mitigasi Risiko Pelemahan Rupiah dengan Kewajiban Mata Uang Lokal
Untuk wilayah lainnya, alhamdulillah belum ada kebakaran maupun situasi yang mengkhawatirkan," pungkas Zulhaidir.