Sejumlah perusahaan penyedia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum resmi melakukan penyesuaian harga produk bahan bakar minyak nonsubsidi di seluruh Indonesia mulai awal Juni 2026.
Langkah kalibrasi ulang tarif ini didominasi oleh penurunan masif pada harga komoditas diesel nonsubsidi, sementara varian bensin oktan tinggi justru mengalami kenaikan atau dipertahankan tetap.
>>> Kylian Mbappe Akui Tak Pernah Tonton Ulang Final Piala Dunia 2022
PT Pertamina Patra Niaga memilih untuk mengunci harga BBM subsidi seperti Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar pada Rp6.800 per liter guna menjaga daya beli masyarakat.
Produk diesel nonsubsidi milik BUMN ini mengalami penurunan signifikan dengan Dexlite menjadi Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex melandai ke angka Rp24.800 per liter untuk wilayah Jawa.
Varian bensin premium Pertamax Turbo justru mengalami kenaikan menjadi Rp20.750 per liter, sementara Pertamax dan Pertamax Green 95 masing-masing bertahan di harga Rp12.300 dan Rp12.900 per liter.
"Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menghadirkan energi berkualitas dengan harga yang kompetitif bagi masyarakat," ujar Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.
>>> Cara Aktivasi TikTok PayLater 2026 untuk Pengguna Baru
Penurunan harga bahan bakar diesel nonsubsidi ini dilaporkan sejalan dengan melemahnya permintaan minyak pemanas global pasca-berakhirnya musim dingin di belahan bumi utara yang memicu melimpahnya pasokan solar dunia.
Operator swasta seperti Shell Indonesia turut memotong harga Shell V-Power Diesel secara radikal menjadi Rp24.490 per liter di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Langkah serupa diambil oleh BP-AKR yang memangkas harga produk BP Ultimate Diesel mereka sebesar Rp3.840 menjadi Rp25.060 per liter dari bulan sebelumnya.
>>> Hungaria Jamu Kazakhstan dalam Laga Persahabatan di Debrecen
"Kami berkomitmen untuk terus melakukan inovasi agar dapat selalu menghadirkan bahan bakar berkualitas bagi kendaraan Indonesia.
Harga bahan bakar bp dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah dunia," demikian dikutip dari situs resmi BP.
Di sisi lain, manajemen Vivo Energy Indonesia terpantau memilih mengambil langkah menunggu dan masih memberlakukan skema tarif per Mei 2026.
Varian Revvo 92 milik Vivo masih bertahan di level Rp12.390 per liter sedangkan Diesel Primus tetap dijual di angka Rp30.890 per liter.
>>> Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026: Pertamax dan Pertamax Green Naik
Penyesuaian tarif diesel yang lebih murah ini memberikan dampak efisiensi langsung terhadap biaya operasional pengisian tangki penuh bagi para pemilik mobil SUV bermesin diesel seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.