PT Patra Logistik mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,25 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini naik 21,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Minggu (7/6/2026). Selain pendapatan, perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp378 miliar.
Direktur Utama Patra Logistik Yock Yorlando mengatakan, pertumbuhan didorong oleh optimalisasi utilisasi armada. Peningkatan efektivitas operasional dan perluasan layanan logistik energi juga menjadi faktor pendorong.
“Pengelolaan distribusi dan inventory menjadi fokus penting perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan distribusi energi dan kompleksitas operasional di lapangan,” ujar Yock.
Strategi Manajemen Armada 2026
Saat ini, Patra Logistik mengelola lebih dari 4.000 unit armada operasional. Armada tersebut termasuk mobil tangki pendukung distribusi BBM di Indonesia.
Menghadapi tahun 2026, perseroan berencana mengembangkan sistem manajemen armada terintegrasi secara nasional. Sistem ini disebut Road Traffic Control (RTC) untuk pemantauan real-time.
Corporate Secretary Patra Logistik Prakoso Yoga Ferlando menambahkan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik terus ditingkatkan. Hal ini untuk mendukung keandalan operasional.
“Ke depan, Patra Logistik akan terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan operasional logistik energi guna mendukung distribusi yang lebih efektif, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan industri dan pelanggan,” kata Prakoso.