⌂ Beranda News Spanyol Blokir Polymarket dan Kalshi, Platform Pasar Prediksi Kripto

Spanyol Blokir Polymarket dan Kalshi, Platform Pasar Prediksi Kripto

Spanyol Blokir Polymarket dan Kalshi, Platform Pasar Prediksi Kripto
Ilustrasi pemblokiran Polymarket dan Kalshi oleh pemerintah Spanyol
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Spanyol mengeluarkan perintah pemblokiran terhadap platform pasar prediksi berbasis mata uang kripto, Polymarket dan Kalshi.

Kedua platform tersebut beroperasi tanpa kepemilikan lisensi perjudian resmi.

>>> Doni Tata Ungkap Perjuangan Pembalap Yogyakarta Tanpa Sirkuit Permanen

Nilai valuasi Kalshi diperkirakan telah menyentuh angka US$22 miliar atau sekitar Rp393 triliun.

Sementara itu, Polymarket memiliki valuasi sebesar US$15 miliar atau setara dengan Rp268 triliun.

Kehadiran modal dalam skala besar tersebut dinilai membuat ruang digital antarnegara kian rentan disusupi praktik spekulasi keuangan tanpa pengawasan dewan regulator resmi.

Meluasnya pemblokiran ini menjadi indikasi kuat bahwa aktivitas taruhan berselubung prediksi komoditas telah digelar secara masif lintas negara dan menembus batas yurisdiksi hukum.

Investigasi Formal Empat Bulan

Keputusan Kementerian Hak Konsumen Spanyol menerapkan pembekuan akses ini merupakan tindakan pencegahan.

Otoritas setempat tengah melakukan investigasi formal selama empat bulan ke depan guna menentukan tingkat pelanggaran platform terhadap undang-undang perjudian domestik.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, perusahaan penyedia pasar prediksi ini nantinya dapat diwajibkan mengantongi lisensi administratif khusus.

>>> Indonesia dan Thailand Genjot Utang Jangka Pendek Hadapi Dampak Perang

Hal ini menjadi syarat mutlak jika mereka ingin melanjutkan operasional komersialnya di Spanyol.

Sebelum langkah Spanyol mencuat, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi juga telah menutup akses Polymarket di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menyatakan platform pasar prediksi ini memenuhi unsur judi online.

Aktivitas di dalam Polymarket memfasilitasi taruhan uang serta spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti.

Hal tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Agresivitas pemblokiran transnasional ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap platform pasar prediksi yang memiliki kapitalisasi jumbo.

Selain Indonesia dan Spanyol, penutupan akses serupa juga terjadi di Singapura, Brasil, dan India.

>>> Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Dorong Peran Strategis Negara

Bahkan di dalam negeri Amerika Serikat, ketegangan regulasi terus merembet ke tingkat daerah.

Pemerintah negara bagian Minnesota bersiap melarang total operasi pasar prediksi mulai 1 Agustus 2026.

Langkah Minnesota menyusul peninjauan legalitas serupa yang tengah berjalan di beberapa wilayah lain.

Daerah tersebut meliputi Rhode Island, Illinois, Arizona, Connecticut, Nevada, dan New Jersey.

Kendati demikian, penertiban di tingkat negara bagian Amerika Serikat mendapat perlawanan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas atau CFTC yang melayangkan gugatan hukum.

CFTC menilai mereka memiliki yurisdiksi tunggal dalam mengawasi jalannya platform komoditas tersebut secara federal.

Dinamika regulasi global yang kian memanas ini menunjukkan pembenahan tata kelola ruang digital dari aktivitas judi siber transnasional.

>>> Indosat Mitigasi Risiko Pelemahan Rupiah dengan Kewajiban Mata Uang Lokal

Hal tersebut memerlukan keseragaman standar hukum antarkawasan guna melindungi stabilitas ekonomi masyarakat.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru