PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) menargetkan lonjakan pendapatan sebesar 20 persen hingga 30 persen pada tahun 2026.
Target ini akan dicapai melalui perluasan pasar ekspor udang dan peningkatan daya saing produk.
>>> Psikolog Ungkap Alasan Cemburu Retroaktif Sering Dikira Gejala OCD
Target agresif emiten pengolahan udang ini didukung oleh perbaikan kinerja keuangan pada awal tahun.
Penjualan bersih perseroan melonjak 69,95 persen menjadi Rp 181,19 miliar pada kuartal I-2026.
Perseroan juga berhasil mencetak laba bersih Rp 2,16 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini berbalik dari rugi Rp 5,36 miliar pada kuartal I-2025.
Strategi Ekspansi Pasar
ISEA akan memperkuat aktivitas pemasaran dan promosi di sejumlah pasar utama. Pasar tersebut meliputi Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan China.
Perusahaan juga membidik pasar baru di Eropa dengan menambah kepemilikan sertifikasi internasional. Langkah ini diambil untuk menghadapi persaingan global yang ketat.
“Target pertumbuhan ISEA pada 2026 kurang lebih di 20%-30% dari omzet tahun 2025,” ujar Direktur ISEA Ibnu Surya Ramadhan.
>>> KBank dan Ant International Kerja Sama Kembangkan Infrastruktur Pembayaran Lintas Negara
Rencana kerja ini menjadi tumpuan jangka panjang perusahaan. Sepanjang tahun 2025, ISEA mencatatkan pendapatan Rp 564,2 miliar dan laba bersih Rp 5,27 miliar.
Struktur permodalan ISEA tercatat menguat dengan total aset mencapai Rp 439,9 miliar dan ekuitas sebesar Rp 184,6 miliar.
“Kami akan lebih sering melakukan workshop ke beberapa negara konsumen, yakni Amerika Serikat, termasuk menjaga buyer yang sudah ada, Jepang, Taiwan, dan China.
Selain itu juga membuka peluang ke Eropa melalui penambahan sertifikasi,” kata Ibnu Surya Ramadhan.
Model bisnis terintegrasi yang mencakup pengadaan, pengolahan, cold storage, hingga distribusi ekspor menjadi modal ISEA selama 15 tahun di industri seafood.
>>> 5 Cara Mudah Kelola Pengeluaran Bulanan di Dompet Digital
Tantangan dan Efisiensi
Perusahaan mengantisipasi tantangan berat dari kembalinya eksportir India yang agresif memasok pasar Amerika Serikat. “India masuk lagi kembali ke Amerika karena tarifnya disamakan dengan kita.
Jadi kompetisi untuk memasok ke Amerika mulai bersaing kembali,” ujar Direktur Utama ISEA Ibnu Syena Alfitra.
Untuk menghadapi pengetatan kompetisi di wilayah AS, emiten ini memilih langkah efisiensi biaya. Manajemen memutuskan fokus pada optimalisasi tambak internal daripada menggelar ekspansi masif.
“Lebih baik meningkatkan produktivitas dari tambak kita sendiri,” kata Ibnu Syena Alfitra.
Kebijakan Dividen
Terkait alokasi keuntungan tahun buku 2025, perusahaan sepakat untuk menahan seluruh laba. Langkah ini diambil demi memperkuat modal kerja dan pengembangan usaha.
Keputusan pembagian dividen akan kembali dipertimbangkan jika realisasi laba bersih tahun ini melampaui capaian tahun sebelumnya. “Untuk 2025 kami tidak membagikan dividen.
>>> Ibu Rumah Tangga Perlu Strategi Tepat untuk Memulai Bisnis Fashion
Namun, jika laba bersih lebih bagus dari tahun ini, kami usahakan untuk membuatnya lebih baik,” ujar Direktur Utama ISEA Ibnu Syena Alfitra.