Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan investasi global dalam proyek-proyek minyak akan merosot di bawah US$500 miliar pada tahun 2026.
Penurunan ini terjadi selama tiga tahun berturut-turut, dipicu oleh guncangan pasokan di Timur Tengah.
>>> RedMagic 11S Pro Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Dampak Konflik Timur Tengah
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel di Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz.
Selat tersebut menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia lewat laut.
Kondisi ini memicu lonjakan harga serta kelangkaan pasokan di sejumlah wilayah global.
Banyak negara dan perusahaan terpaksa mengevaluasi kembali strategi investasi energi mereka.
Mereka beralih ke jalur perdagangan baru dan sumber energi alternatif.
>>> Minat Sedan Bekas Tinggi, Honda Civic FD 2008 Tawarkan Desain Sporty
"Kita sedang di tengah krisis keamanan energi terbesar yang pernah dihadapi dunia," kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol.
Ia yakin hal ini akan mengubah strategi investasi secara global.
IEA mencatat adanya pergeseran fokus di mana negara produsen dan konsumen kini mulai aktif mencari rute alternatif yang lebih aman.
"Kita sudah melihat upaya yang semakin intensif dari negara-negara produsen dan konsumen untuk mendiversifikasi rute perdagangan dan sumber energi," ujar Fatih Birol.
Di sisi lain, total investasi energi global diperkirakan tetap meningkat tipis menjadi US$3,4 triliun pada tahun 2026.
Alokasi dana terbesar diarahkan untuk jaringan listrik, penyimpanan energi, nuklir, elektrifikasi, serta bahan bakar rendah emisi.
>>> Spanyol Blokir Polymarket dan Kalshi, Platform Pasar Prediksi Kripto
Negara-negara importir utama kini memprioritaskan pemanfaatan energi domestik, khususnya batu bara, nuklir, dan energi terbarukan.
Pengeluaran untuk gas diproyeksikan melonjak hingga US$330 miliar, dipicu oleh gelombang proyek ekspor gas alam cair baru di AS dan Qatar.
Perang di Timur Tengah telah memotong pendapatan ekspor kawasan tersebut dan mengikis kepercayaan terhadap keandalan Selat Hormuz.
Kebutuhan dana puluhan miliar dolar untuk perbaikan fasilitas juga berpotensi mengurangi aliran modal keluar yang biasanya mendanai proyek infrastruktur di wilayah lain.
Fatih Birol sebelumnya mengungkapkan bahwa konflik ini telah melenyapkan pasokan sebesar 14 juta barel minyak per hari dari pasar dunia.
>>> Dishut Lampung Perketat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino Godzilla
Menanggapi situasi darurat, para anggota IEA telah sepakat melepas 400 juta barel cadangan darurat pada Maret lalu, yang menjadi aksi pelepasan terbesar dalam sejarah.