Harga emas dunia di pasar spot merosot tajam pada penutupan perdagangan Senin (9/6/2026).
Logam mulia tersebut turun 1,92 persen ke level US$ 4.234,2 per troy ons.
>>> Harga BBM Pertamina 10 Juni 2026: Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik
Penurunan ini menandai pelemahan selama tiga hari berturut-turut dengan total koreksi mencapai 5,38 persen.
Level tersebut menjadi yang terendah dalam enam bulan terakhir, tepatnya sejak 10 Desember 2025.
Kejatuhan harga emas dipicu oleh tensi geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar terhadap tingginya harga energi dan ancaman inflasi global.
Kondisi ini mempersulit bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuan, bahkan Bank Indonesia telah menaikkannya. Akibatnya, emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi kurang menarik.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat
Konflik kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan adanya serangan terhadap armada militer AS di Selat Hormuz.
Dalam cuitannya, Trump mengatakan Iran menembak jatuh helikopter Apache yang sedang berpatroli. Kedua pilot selamat tanpa luka, namun AS perlu merespons serangan tersebut.
Sejak pecahnya perang di Timur Tengah, harga emas tercatat ambruk sebesar 19 persen dan kini berada di bawah Moving Average (MA) 200.
Situasi teknikal ini memicu aksi jual masif di pasar komoditas global.
"Kekhawatiran terhadap inflasi, kenaikan suku bunga, dan penembusan di MA-200 menjadi sentimen negatif," tegas Ryan McKay, Senior Commodity Strategist di TD Securities.
>>> Saham Asia Diprediksi Melemah Akibat Volatilitas Wall Street dan Konflik Iran
Lembaga keuangan Citigroup Inc juga memproyeksikan penurunan lanjutan terhadap target harga emas dalam jangka pendek. "Dalam jangka panjang kami masih bullish terhadap emas.
Namun kami meyakini bahwa dalam jangka pendek ada risiko yang ekstrem," sebut catatan Citigroup.
Berdasarkan analisis teknikal harian pada Rabu (10/6/2026), emas berada di zona bearish dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari menyentuh angka 30 dan indikator Stochastic RSI berada di level nol yang menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold).
Peluang technical rebound pada perdagangan hari ini terbuka jika emas mampu melewati titik pivot di US$ 4.314 per troy ons untuk menguji resisten terdekat di US$ 4.336 per troy ons.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50 Persen untuk Jaga Stabilitas
Sebaliknya, jika tren penurunan berlanjut, harga emas berisiko jatuh ke target support terdekat di level US$ 4.230 hingga US$ 4.189 per troy ons.
