⌂ Beranda News Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$62.000 Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$62.000 Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah US$62.000 Akibat Konflik Timur Tengah
Grafik harga Bitcoin menurun
A A Ukuran Teks16px

Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga menembus level US$62.000 pada awal perdagangan di Singapura, Kamis (4/6/2026).

Penurunan lebih dari 5 persen ini merupakan yang terendah sejak 6 Februari lalu.

>>> Rupiah Tembus Rp18.000, Perbankan Naikkan Kurs Jual Dolar AS

Eskalasi bentrokan baru di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan sentimen pasar terhadap aset kripto.

Selain itu, aksi jual besar-besaran oleh Strategy Inc. milik Michael Saylor turut memperburuk kondisi.

Strategy Inc. Jual Kepemilikan Bitcoin Raksasa

Strategy Inc. menjual kepemilikan Bitcoin senilai sekitar US$2,5 juta.

Langkah ini direspons negatif oleh pasar karena dianggap melanggar komitmen jangka panjang perusahaan untuk tidak menjual aset kripto mereka.

>>> AS Siap Hadapi Dampak Ekonomi Perang demi Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir

Padahal, eksekutif perusahaan telah memberikan indikasi rencana penjualan sejak bulan lalu. Namun, aksi nyata tetap mengejutkan pelaku pasar dan memicu aksi jual massal.

"Harga Bitcoin turun minggu ini karena Strategy melanggar janji 'tidak pernah menjual' yang menghancurkan kepercayaan pasar," ujar Josh Du, CIO Animoca Brands.

Akibat penjualan tersebut, pergerakan Bitcoin mulai terpisah dari saham sektor teknologi yang justru mencetak rekor tertinggi.

>>> 5 Rekomendasi Koper Kabin yang Awet dan Praktis untuk Liburan

Saat ini, nilai Bitcoin telah menyusut lebih dari separuh dari rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 pada Oktober lalu.

Tekanan di pasar kripto juga diperberat oleh risiko makro global, terutama ketidakpastian kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Serangan di kawasan Timur Tengah masih terus terjadi, menambah sentimen negatif.

Dampak berantai terlihat pada penurunan saham di bursa Asia dan indeks saham AS pada Kamis pagi.

>>> Rico Waas Bantah Pemkot Medan Tanggung Biaya Akomodasi Piala AFF U-19

Ether, aset digital terbesar kedua, juga melemah ke level US$1.807, terendah sejak April 2025, setelah terkoreksi 11 persen dalam sepekan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru