⌂ Beranda News AS Serang Iran, Targetkan Sistem Pertahanan Udara dan Komunikasi Militer
News

AS Serang Iran, Targetkan Sistem Pertahanan Udara dan Komunikasi Militer

Ilustrasi serangan udara AS ke Iran
Ilustrasi serangan udara AS ke Iran
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru ke wilayah militer Iran pada Kamis (11/6/2026) pagi waktu setempat.

Serangan ini merupakan respons atas buntunya negosiasi damai kedua negara.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi militer ini menargetkan kemampuan pengawasan militer, sistem komunikasi, serta situs pertahanan udara milik Iran.

Rentetan ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Teheran, kota pelabuhan Bandar Abbas, hingga area selatan di sepanjang Selat Hormuz.

Serangan tersebut langsung memicu aksi balasan dari pihak Iran yang membidik wilayah Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Dampak eskalasi ini membuat Kuwait sempat menutup wilayah udaranya selama beberapa jam.

Sementara itu, Bahrain mengaktifkan sirene peringatan rudal.

Garda Revolusi Iran mengonfirmasi bahwa gempuran dari militer Amerika Serikat telah menghantam kompleks manufaktur serta barak militer mereka.

Dampak Ekonomi dan Klaim AS

Konflik yang pecah sejak akhir Februari 2026 ini terus mengguncang sektor ekonomi dunia.

Harga minyak mentah global dilaporkan melonjak melampaui US$ 93 per barel, menandakan kenaikan lebih dari 25% sejak awal peperangan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pihak militer telah menjalankan operasi khusus demi mengamankan jalur pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz.

Namun, narasi klaim sepihak mengenai penyelamatan 100 juta barel minyak melalui pelumpuhan radar Iran tersebut hingga kini belum mendapatkan verifikasi secara independen.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menetapkan poin utama yang harus dicapai oleh pihak sekutu dalam menyikapi konflik berkepanjangan dengan Teheran.

Tuntutan Washington agar Iran segera melepaskan stok uranium yang diperkaya tinggi masih menemui jalan buntu.

Otoritas Iran secara tegas menolak poin tersebut dan menuntut pencabutan sanksi ekonomi serta pelepasan aset mereka yang dibekukan sebagai syarat utama perdamaian.

📰 Update Terbaru