⌂ Beranda News Menteri Keuangan Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

Menteri Keuangan Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

Menteri Keuangan Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pergerakan nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh level Rp17.800 per dolar AS.

Ia menyebut pelemahan tersebut tidak masuk akal mengingat fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam keadaan baik.

>>> Michael Olise Picu Kontroversi Jelang Piala Dunia 2026

"Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya.

Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental," ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Pemerintah Tak Akan Stress Test APBN

Pemerintah memastikan tidak akan melakukan stress test terhadap ketahanan APBN.

Purbaya menyatakan kalkulasi simulasi sebelumnya telah memperhitungkan pergerakan rupiah saat harga minyak dunia mencapai US$100 per barel.

"Ya, saya stress.

>>> Larangan Menjual Daging Kurban dan Mengupah Jagal dengan Daging

Nggak (ada stress test), kita udah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan.

Jadi nggak ada masalah saya nggak harus hitung ulang APBN-nya," terangnya.

Di tengah pelemahan rupiah, pasar obligasi Indonesia justru mencatatkan penurunan imbal hasil atau yield.

Hal ini terjadi setelah Direktorat Jenderal Perbendaharaan melakukan intervensi melalui operasi pasar Surat Berharga Negara (SBN).

"Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun.

>>> Minum Kopi dengan Gula Ambil Peran Jaga Fokus dan Tambah Energi

Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali," jelas Purbaya.

Kendali pada pasar obligasi dinilai berhasil menjaga minat investasi dan memicu kembalinya aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Pemerintah berkomitmen menyiapkan langkah lanjutan yang lebih signifikan untuk menyokong penguatan rupiah ke depan.

"Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga.

Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita.

>>> Minat Teller Bank Tinggi, Ini Kisaran Gaji dan Kriteria Kemampuan yang Dibutuhkan

Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan," pungkasnya.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru