Harga kontrak berjangka batu bara kokas di Dalian, China, melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2024. Kenaikan ini dipicu oleh pengetatan pasokan setelah kecelakaan tambang maut.
Insiden ledakan fatal di tambang Liushenyu milik swasta di wilayah Shanxi terjadi pada bulan lalu. Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 82 orang.
Peristiwa tragis tersebut berbuntut pada penutupan sejumlah tambang batu bara di provinsi penghasil utama. Pemerintah melakukan inspeksi keselamatan secara intensif.
Dampak Inspeksi Keselamatan
"Pemulihan produksi batu bara di Shanxi masih di bawah ekspektasi," kata Bu Tong, analis senior di Horizon Insights.
Pengawasan keselamatan tetap ketat sehingga pasokan di pasar spot terbatas.
Menurut data Horizon, kapasitas produksi tahunan sekitar 60 juta ton masih terhenti hingga Jumat lalu.
Tambang yang kembali beroperasi mencatatkan penurunan hasil produksi sekitar 20% hingga 30% dibandingkan sebelum kecelakaan.
Harga batu bara yang diangkut melalui laut juga naik dengan cepat.
Kontrak berjangka batu bara kokas Dalian berada di posisi 1.460 yuan per ton setelah naik 0,1% pada pukul 10.36 pagi waktu setempat.
Sementara itu, kontrak bijih besi turun 0,7% menjadi 760,5 yuan per ton. Harga bijih besi di Singapura melemah 0,7% ke level US$101 per ton.
Baltic Dry Index juga turun 1,8% menjadi 2.981 poin di London. Penurunan ini mengindikasikan pelemahan permintaan pengiriman komoditas.