Harga emas global mengalami penurunan tajam pada Kamis (4/6/2026). Tekanan berasal dari penguatan indeks dolar AS selama tiga sesi berturut-turut dan lonjakan harga minyak mentah.
Penguatan mata uang AS membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Hal ini mendorong aksi jual di pasar logam mulia.
>>> Lazada Bocorkan Tren Belanja Libur Sekolah dan Siapkan Promo 6.6 Super Wow Sale
Faktor Pendorong Pelemahan Emas
Pergerakan emas juga dipengaruhi proyeksi kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed). Pejabat The Fed memberikan pandangan beragam terkait arah suku bunga di tengah ancaman inflasi yang membesar.
>>> Bobby Nasution Minta OJK Sumut Percepat Program Tiga Juta Rumah
Kondisi pasar tenaga kerja AS turut memperkuat dolar. Laporan ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta pada Mei tumbuh di atas ekspektasi pasar.
Investor kini menantikan rilis data resmi ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) periode Mei. Data tersebut dijadwalkan keluar pada Jumat (6/6/2026).
>>> Kenali Ciri Ponsel yang Diduga Mengalami Penyadapan Data
Selain emas, koreksi harga juga melanda komoditas logam mulia lainnya di pasar spot. Harga perak melemah 2,2 persen ke level US$73,40 per ons troi.
>>> DJP Imbau Wajib Pajak Kategori Tertentu Segera Daftar Ulang
Platinum merosot 3,5 persen menjadi US$1.868,58 per ons troi. Sementara paladium jatuh 3,5 persen ke posisi US$1.321,97 per ons troi.
