Ledakan tambang batu bara kokas di Provinsi Shanxi pekan lalu menewaskan sedikitnya 82 orang. Insiden ini memicu inspeksi keselamatan massal di seluruh China.
Bencana tersebut berpotensi menekan volume produksi batu bara dalam jangka pendek. Penurunan produksi diperkirakan mengerek biaya operasional bagi sektor pembangkit listrik, produsen baja, dan industri kimia.
>>> Cara Cek Status Desil DTSEN Online untuk Penerima Bansos 2026
Pemerintah pusat telah menerjunkan tim khusus untuk mengevaluasi standar keselamatan tambang secara nasional. Hal ini disampaikan Bloombergtechnoz pada Kamis (28/5/2026).
Dampak pada Produksi dan Harga
Asosiasi industri memproyeksikan output Shanxi, provinsi penghasil batu bara terbesar dengan 107 juta ton pada April, akan merosot 8% sepanjang Mei.
Kebijakan penghentian operasi sementara telah memengaruhi minimal 109 tambang di daerah tersebut.
Menurut data Jefferies Financial Group, jumlah penangguhan itu mencakup hampir 10% dari total fasilitas pertambangan di Shanxi. Namun, pembatasan operasional akibat inspeksi keselamatan diperkirakan tidak berlangsung lama.
>>> Blibli Gelar Promo Payday dengan Diskon hingga Rp 700 Ribu
Analisis Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara China memperkirakan masa penghentian penambangan hanya sekitar satu pekan.
"Pemotongan produksi besar-besaran tidak mungkin terjadi karena pihak berwenang cenderung menghindari pembatasan seragam menjelang musim panas yang kritis," kata analis Li Xiaolong pada Rabu.
Kawasan sekitar lokasi ledakan merupakan sentra pemasok batu bara kokas utama untuk industri baja.
>>> Sapi Kurban Mengamuk dan Tercebur ke Selokan di Sukoharjo
Kontrak berjangka Dalian melesat 11% dalam pekan ini akibat insiden paling mematikan sejak 2009 tersebut.
Dampak gejolak harga diperkirakan teredam oleh pasokan impor dari Rusia dan Mongolia.
Sementara itu, harga batu bara termal naik tipis menjadi 846 yuan per ton per Rabu berdasarkan data CCTD.
Kondisi pasar menghadapi tekanan tambahan akibat melonjaknya konsumsi listrik di China selatan karena cuaca panas ekstrem El Nino.
>>> Dolar AS Tembus Rp17.949, Rupiah Tertekan Geopolitik dan Fiskal
Otoritas setempat mengeluarkan peringatan dini terkait risiko tanah longsor yang dapat membatasi aktivitas pertambangan.
