⌂ Beranda News Saham Plug Power Melonjak 14,2% Setelah Pesaing Dapatkan Kontrak Fuel Cell

Saham Plug Power Melonjak 14,2% Setelah Pesaing Dapatkan Kontrak Fuel Cell

Saham Plug Power Melonjak 14,2% Setelah Pesaing Dapatkan Kontrak Fuel Cell
Grafik saham Plug Power naik
A A Ukuran Teks16px

Saham Plug Power (NASDAQ: PLUG) melonjak signifikan dalam sesi perdagangan hari ini, menurut laporan Detik Finance. Kenaikan ini terjadi meskipun perusahaan tidak memiliki pengumuman internal yang positif.

Harga saham ditutup pada $3,78, naik 14,2% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Pergerakan ini didorong oleh kesepakatan besar yang diumumkan oleh pesaing di industri yang sama.

>>> Ethereum Hadapi Prakiraan Harga Beragam di Tengah Upgrade Glamsterdam dan Aliran ETF

Kesepakatan Bloom Energy dengan Nebius

Katalis lonjakan saham berasal dari perjanjian antara spesialis fuel cell Bloom Energy (NYSE: BE) dan perusahaan kecerdasan buatan Nebius.

Bloom Energy akan menyediakan teknologi fuel cell untuk mendukung kebutuhan daya tinggi infrastruktur AI Nebius.

>>> Robert Smith Ungkap Sejarah Awal The Cure dan Lagu Sempurna

Proyek awal dijadwalkan beroperasi pada 2026 dengan kapasitas terpasang 328 megawatt (MW). Kedua perusahaan juga memiliki potensi ekspansi lebih lanjut di masa depan.

Andrey Korolenko, Chief Product and Infrastructure Officer Nebius, menyatakan, "Kami berharap dapat menerapkan teknologi ini bersama infrastruktur kami saat terus meningkatkan kapasitas."

Spekulasi Pasar dan Prospek Keuangan

Tanpa pembaruan langsung dari Plug Power, kenaikan saham menunjukkan investor berspekulasi bahwa operator pusat data AI juga akan memilih Plug Power untuk proyek mendatang.

>>> Saham Intuit Anjlok 20% Usai Rencana PHK dan Kekhawatiran AI

Minat pasar terhadap sumber daya alternatif terus tumbuh karena kebutuhan listrik pusat data AI yang besar.

Data keuangan menunjukkan Plug Power membuat kemajuan menuju profitabilitas internal.

>>> Saham Stellantis Anjlok 6 Persen Usai CEO Umumkan Rencana Fastlane 2030

Pada kuartal pertama 2026, perusahaan melaporkan margin kotor negatif 13%, membaik dibandingkan negatif 55% pada periode yang sama tahun lalu.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru