⌂ Beranda News Pembuat Kebijakan Asia Ambil Langkah Darurat Lindungi Ekonomi dari Guncangan Energi

Pembuat Kebijakan Asia Ambil Langkah Darurat Lindungi Ekonomi dari Guncangan Energi

Pembuat Kebijakan Asia Ambil Langkah Darurat Lindungi Ekonomi dari Guncangan Energi
Pembuat kebijakan Asia rapat darurat krisis energi
A A Ukuran Teks16px

Pembuat kebijakan Asia mengambil langkah darurat yang semakin mendesak dan tidak biasa untuk melindungi ekonomi mereka dari guncangan pasokan energi global.

Mata uang lokal anjlok ke rekor terendah, menciptakan tekanan besar yang memaksa suku bunga naik di seluruh kawasan.

>>> Saham Intuitive Surgical Anjlok 19% Meski Kinerja Kuartal I Melampaui Ekspektasi

Asia membeli sekitar 80% minyak yang dikirim melalui Selat Hormuz yang saat ini ditutup, demikian laporan Detik Finance.

Tekanan parah di pasar valuta asing menjadi indikator jelas bahwa kenaikan harga bahan bakar mulai merusak pertumbuhan ekonomi regional.

Pemerintah kini berada dalam posisi yang sangat menantang.

Upaya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap rapuh karena depresiasi mata uang berisiko mengguncang kepercayaan pasar dan memicu inflasi, namun menaikkan suku bunga untuk mendukungnya justru merugikan konsumen dan menghambat mesin pertumbuhan ekonomi.

Langkah India dan Indonesia

India secara resmi meminta warganya membatalkan liburan ke luar negeri dan menahan diri dari membeli emas.

Rupee India menjadi salah satu mata uang yang paling terpukul di dunia sejak konflik Timur Tengah mengganggu pasokan minyak mentah.

>>> Treasury Siapkan Kendaraan Terdaftar Publik untuk Investor Bitcoin Eropa

Perdana Menteri Narendra Modi mengurangi iring-iringan kendaraan pribadinya untuk menghemat bahan bakar.

Sementara itu, bank sentral India mengalokasikan $1 miliar per hari untuk mendukung rupee yang terus diperdagangkan di level terendah bersejarah.

Indonesia baru-baru ini mengumumkan kenaikan suku bunga tak terduga sebesar 50 basis poin untuk menstabilkan rupiah yang juga menyentuh rekor terendah terhadap dolar AS.

Pemerintah juga mengambil alih ekspor komoditas untuk memastikan pendapatan tetap di dalam negeri dan dalam mata uang lokal.

Bank sentral Filipina telah menaikkan suku bunga.

>>> Tate McRae Pamer Gaya Liburan dengan Outfit Y2K di Instagram

Spekulasi tinggi bahwa inflasi yang semakin cepat dapat memicu kenaikan suku bunga di luar jadwal sebelum pertemuan resmi berikutnya dalam sebulan.

"Berapa banyak kenaikan yang benar-benar diperlukan untuk mendorong modal masuk? Jawabannya bisa cukup banyak," kata Navin Saigal, kepala pendapatan tetap global untuk Asia Pasifik di BlackRock.

"Di sisi lain, apa dampak kenaikan itu terhadap ekonomi domestik? Jawabannya juga bisa cukup besar," tambah Saigal.

India, Indonesia, dan Filipina sangat rentan karena sangat bergantung pada impor minyak.

Negara-negara ini menghadapi tantangan simultan dari arus keluar modal saat investor global secara aktif memindahkan dana ke pasar lain.

Perubahan mendadak dalam ekspektasi suku bunga AS, di mana kenaikan tambahan dipandang sebagai risiko yang nyata tahun ini, memperkuat tekanan.

>>> Max Thieriot Ungkap Rencana Reset Fire Country Usai Finale Musim 4

Hal ini mendorong rupiah Indonesia ke 17.700 per dolar, rupee India mendekati 97 per dolar, dan peso Filipina mendekati 62 per dolar, menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat di pasar keuangan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru