Saham T1 Energy (NYSE:TE) ditutup sedikit lebih tinggi pada Kamis di harga $8,72, mencatat kenaikan 0,23% seperti dikutip dari Detik Finance.
Pergerakan ini terjadi di tengah reaksi pelaku pasar terhadap laporan short seller dan bantahan bullish dari Roth Capital.
>>> Ekspor Minyak Mentah Saudi Anjlok ke Level Terendah Akibat Permintaan Melemah
Volume perdagangan saham perusahaan pemasok modul dan sel surya itu mencapai 79,1 juta lembar, melonjak sekitar 282% dibandingkan rata-rata tiga bulan sebesar 20,2 juta saham.
Kinerja Pasar dan Industri
T1 Energy masuk pasar publik pada 2020 dan telah turun 11% sejak penawaran umum perdana. Investor kini mencermati volatilitas yang dipicu oleh pandangan yang bertolak belakang.
Indeks pasar lebih luas mencatat kenaikan moderat.
S&P 500 naik 0,18% ke 7.445,72, sementara Nasdaq Composite naik 0,09% ke 26.293.
>>> Matador Resources Beli Lahan Delaware Basin Senilai Rp 17,8 Triliun
Di sektor peralatan listrik, saham pesaing tenaga surya juga menguat.
First Solar ditutup di $248,88, naik 4,63%, dan SunPower berakhir di $1,07, naik 1,90%.
Operasi Strategis dan Prospek
Kenaikan tipis T1 Energy terjadi setelah reli Rabu yang melonjak lebih dari 25%. Kenaikan sebulan terakhir mencapai lebih dari 70%.
Pasar masih menyeimbangkan tuduhan short seller dengan sikap mendukung dari Roth Capital. T1 Energy mengandalkan fasilitas modul G1_Dallas sebagai jangkar operasional inti.
Perusahaan mempertahankan panduan produksi 2026 sebesar 3,1 GW hingga 4,2 GW di fasilitas Dallas.
>>> Archon Capital Management Lepas Seluruh Saham EZCORP Senilai 8,81 Juta Dolar AS
T1 Energy juga melaporkan kemajuan dalam kualifikasi vendor sel internasional untuk mendukung rantai pasok.
Infrastruktur dan Ekspansi
Meningkatnya permintaan listrik dari pusat data AI membantu T1 Energy menyelaraskan strategi manufaktur surya domestik dengan tren infrastruktur yang lebih luas.
Perusahaan membangun kemitraan pasokan dengan Hemlock Semiconductor dan Corning.
Perkembangan pendanaan untuk proyek sel G2_Austin akan menjadi krusial.
>>> Saham Komputasi Kuantum Melonjak, IonQ Naik Lebih dari 12 Persen
Pembaruan produksi di fasilitas Dallas akan menunjukkan apakah T1 Energy dapat mengubah momentum pasar saat ini menjadi pertumbuhan manufaktur yang berkelanjutan.