Ekspor minyak mentah Arab Saudi diperkirakan turun ke level terendah dalam sejarah pada Mei.
Kargo yang dijadwalkan berlayar dari Saudi bulan ini diperkirakan hanya sekitar 3,9 juta barel per hari (bph).
>>> Archon Capital Management Lepas Seluruh Saham EZCORP Senilai 8,81 Juta Dolar AS
Hampir semua pembeli utama Saudi, termasuk China, Jepang, Korea Selatan, India, dan Taiwan, mengurangi alokasi untuk bulan-bulan mendatang.
Penurunan ini tidak lagi semata-mata akibat gangguan jalur perdagangan.
China, pelanggan terbesar Saudi Aramco, diperkirakan hanya akan mengambil sekitar 600.000 bph minyak mentah Saudi pada Juni.
Angka itu sekitar setengah dari volume April.
Melemahnya permintaan domestik China hanya sebagian dari penjelasan.
Harga minyak global yang melonjak ke level rekor membuat minyak Saudi menjadi salah satu barel termahal yang tersedia.
Hal itu kini berubah dari sekadar tanda gangguan jalur perdagangan menjadi kendala penjualan.
>>> Saham Komputasi Kuantum Melonjak, IonQ Naik Lebih dari 12 Persen
Ekspor minyak mentah Saudi turun menjadi 4,4 juta bph pada Maret, dari 7,3 juta bph pada Februari.
Penurunan Permintaan dari Pembeli Utama
China tetap menjadi pembeli terbesar, tetapi permintaannya mulai memudar.
Pada April, China menerima 1,2 juta bph minyak mentah Saudi, turun dari 1,6 juta bph pada Februari sebelum krisis.
Kedatangan kargo pada Mei diperkirakan sekitar 1,1 juta bph, sementara Juni diprediksi turun lebih lanjut. Perusahaan China terus mengurangi alokasi minyak Saudi sejak Maret.
Sinopec, pembeli terbesar kargo Saudi di China, hanya mengalokasikan 2 juta barel untuk Mei dan Juni, turun drastis dari 10 juta barel pada Februari.
Rongsheng, pembeli terbesar kedua, memotong alokasi dari 7 juta barel pada Februari menjadi 1 juta barel pada Juni.
Secara keseluruhan, alokasi China turun dari 47,5 juta barel pada Februari menjadi 14 juta barel pada Juni.
Itu setara dengan penurunan dari 1,7 juta bph menjadi 460.000 bph.
>>> Film Horor The Mummy Karya Lee Cronin Rilis di Platform Digital
Penurunan permintaan juga terlihat di seluruh pembeli Asia lainnya.
Jepang, yang biasa membeli rata-rata 1-1,2 juta bph sebelum krisis, hanya mengambil sekitar 202.000 bph pada Maret dan April.
Hanya dua kargo yang berlayar ke Jepang dari Saudi pada Mei, setara dengan sekitar 130.000 bph.
Muatan Korea Selatan pada Mei diperkirakan turun sekitar 35% dari April, dari 780.000 bph menjadi sekitar 530.000 bph.
India, meskipun membutuhkan minyak dengan kadar medium-sour, diperkirakan menerima sekitar 30% lebih sedikit minyak Arab pada Mei dibandingkan April.
Angkanya sekitar 450.000 bph dibandingkan 670.000 bph.
Salah satu tanda paling jelas adalah meningkatnya pangsa kapal tanker yang memuat di Yanbu.
>>> Saham Nvidia Turun Meski Raup Pendapatan Rekor, Pasokan Terbatas Jadi Kekhawatiran
Banyak yang kemudian mengapung di Laut Merah atau menuju Singapura hanya untuk menunggu di lepas pantai tujuan akhir.