Pembawa acara dan ahli hortikultura asal Inggris, Monty Don, membagikan pandangannya tentang kehidupan, filosofi berkebun, dan kegagalan pribadi setelah perilisan film dokumenter pendek terbaru pada 22 Mei 2026.
Film berdurasi lima menit berjudul "Nurtured by Nature" ini merupakan bagian dari seri dokumenter "Barbour Way of Life" yang diproduksi oleh agensi kreatif GAIN.
>>> Aishwarya Rai Bachchan Tampil Memukau di Cannes dengan Gaun Custom Amit Aggarwal
Proyek ini menyoroti individu-individu di seluruh Inggris yang mewujudkan gaya hidup luar ruangan, kerajinan tradisional, dan nilai-nilai komunitas.
Meskipun dikenal sebagai tukang kebun televisi terkemuka, Don menanggapi persepsi publik mengenai keahlian hortikulturnya dan mengaku sering mengalami kegagalan di rumahnya di Herefordshire, Longmeadow.
"Mitos bahwa saya adalah tukang kebun yang sempurna itu tidak masuk akal," ujarnya. "Saya membuat kesalahan sepanjang waktu.
Secara harfiah setiap hari."
Don mencontohkan upaya pertaniannya baru-baru ini di mana tanamannya gagal tumbuh seperti yang diharapkan.
"Saya sudah menanam jagung manis sepanjang hidup saya. Saya tahu cara melakukannya – saya sudah melakukannya ratusan kali dengan sukses.
Tahun lalu, hasilnya fantastis. Tahun ini, benihnya tidak berkecambah.
Saya tidak tahu kenapa, karena benihnya bagus. Tapi ada yang salah."
Presenter itu menjelaskan bahwa kesulitan ini penting untuk pengembangan diri.
Ia mengingat wawancara puluhan tahun lalu dengan kepala tukang kebun senior untuk proyek buku yang tidak pernah diterbitkan.
"Karena jika Anda berhasil dalam sesuatu, Anda berhenti memikirkan bagaimana cara melakukannya. Sedangkan jika Anda gagal, Anda benar-benar harus berpikir: apa yang saya lakukan salah?
Dan itu terjadi pada saya sepanjang waktu – setiap hari."
Karya dan Pandangan Monty Don tentang Alam
Don telah menulis banyak buku, termasuk "The Jewel Garden" bersama istrinya Sarah dan "Nigel: My Family and other Dogs."
Buku terbarunya, "British Gardens," menjadi pendamping serial BBC Two yang menelusuri perjalanannya keliling Inggris bersama fotografer Derry Moore.
"Saya sudah membuat banyak buku dan acara tentang taman di seluruh dunia – Jepang, Amerika, Italia, Prancis, Spanyol – dan tanpa bermaksud sombong, saya selalu melihat perjalanan itu sebagai latihan antropologis sekaligus hortikultura," katanya.
"Jadi saya tidak tahu kenapa baru belakangan ini saya berpikir: mengapa saya tidak melihat taman Inggris?"
Penulis itu mencatat bahwa tetap di dalam negeri memberikan keuntungan logistik, terutama dalam hal transportasi dan perjalanan.
>>> Grace Dent Puji The Shed di Swansea dan Ulas Mitsu di London
"Dan senang tidak harus bepergian terlalu banyak. Apa pun untuk menghindari bandara."
"Saya selalu merasa," lanjutnya, "bahwa Inggris sangat indah dan kita harus merayakannya. Ini juga mengingatkan saya bahwa pada umumnya kita adalah masyarakat yang sangat toleran.