Saham POET Technologies (NASDAQ:POET) telah melonjak 133,49% sejak awal tahun 2026, didorong oleh kesepakatan pasokan besar dengan Lumilens.
Namun, analis menilai reli ini telah melampaui fundamental perusahaan.
>>> Bloom Energy Q1 2026: Pendapatan Melonjak 130%, Saham Dinilai Terlalu Tinggi
Kesepakatan lima tahun senilai $500 juta dengan Lumilens mencakup pesanan pembelian awal $50 juta. Perusahaan juga memproyeksikan pengiriman lebih dari 30.000 unit optical engine pada tahun 2026.
Kinerja Keuangan dan Risiko Hukum
Meskipun ada kabar positif, pendapatan kuartal pertama 2026 hanya mencapai $503.389. Laba per saham (EPS) tercatat -$0,08, meleset dari ekspektasi, dengan kerugian bersih $12,34 juta.
>>> US 30-Year Treasury Yield Hits 5.19%, Highest Since 2007
Saham telah turun 28,15% sejak puncak pada 14 Mei.
Selain itu, perusahaan menghadapi gugatan class action terkait status pajak PFIC dan dugaan pelanggaran NDA yang menyebabkan hilangnya pesanan dari Marvell/Celestial AI.
Analis dari 24/7 Wall St. memberikan rekomendasi jual dengan target harga $10,38, yang mengindikasikan potensi penurunan 29,77% dari harga saat ini $14,78.
>>> Walmart Peringatkan Kenaikan Biaya BBM Dorong Harga Konsumen Naik
Tingkat kepercayaan terhadap rekomendasi ini sekitar 50%.
Pasar 800G transceiver diproyeksikan mencapai $9,8 miliar pada 2032 dengan CAGR 22,8%. POET berpotensi diuntungkan melalui teknologi Optical Interposer yang cocok untuk permintaan co-packaged optics.
>>> Kekhawatiran Pejabat Fed Soal Pasar Jelang Transisi Kepemimpinan
Namun, risiko dari gugatan hukum dan ketidakpastian eksekusi kesepakatan Lumilens masih membayangi prospek saham.