⌂ Beranda News Spacex Ajukan Prospektus IPO Starlink untuk Percepatan Jaringan Global

Spacex Ajukan Prospektus IPO Starlink untuk Percepatan Jaringan Global

Spacex Ajukan Prospektus IPO Starlink untuk Percepatan Jaringan Global
Ilustrasi satelit Starlink di orbit bumi
A A Ukuran Teks16px

SpaceX resmi mengajukan prospektus penawaran umum perdana (IPO) untuk divisi internet satelitnya, Starlink, pada 20 Mei lalu.

Langkah ini diungkap oleh Detik Finance dan menandai babak baru bagi perusahaan antariksa milik Elon Musk.

>>> Equity Residential dan AvalonBay Bergabung dalam Merger Properti Senilai Rp1.100 Triliun

IPO yang sangat dinanti ini diperkirakan akan terlaksana sekitar 5 Juni mendatang. Dalam prospektus tersebut, valuasi Starlink disebut mencapai USD 2 triliun.

Kinerja Keuangan Starlink

Meskipun secara keseluruhan SpaceX mencatat kerugian bersih hampir USD 2,6 miliar tahun lalu—yang disebabkan oleh inisiatif kecerdasan buatan—segmen konektivitas justru menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Starlink menghasilkan sekitar USD 7,2 miliar dalam adjusted EBITDA, naik 86 persen dibanding tahun sebelumnya.

>>> Saham Sandisk Melonjak 6,2% Setelah Nvidia Umumkan Pendapatan Fantastis

Jaringan satelit ini kini melayani 10,3 juta pelanggan di divisi residensial, bisnis, dan pemerintahan.

Layanan Starlink beroperasi melalui ribuan satelit orbit rendah bumi (LEO) yang berada pada ketinggian 340 hingga 750 mil di atas permukaan tanah.

>>> Saham Walmart Anjlok 7% Usai Panduan Kuartal Kedua yang Hati-hati

Dengan jarak yang dekat, sistem ini mampu menekan latensi hingga 25 milidetik, setara dengan infrastruktur broadband kabel standar.

Menurut laporan PitchBook, Starlink digambarkan sebagai "sistem internet broadband latensi rendah yang dikirimkan melalui konstelasi ribuan satelit LEO" yang "memperpanjang keunggulan SpaceX dengan mengintegrasikan secara vertikal seluruh siklus—desain, manufaktur, dan operasi—dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Sementara itu, pesaing seperti Amazon masih tertinggal di sektor satelit LEO.

>>> CCI Setujui Akuisisi Saham Restaurant Brands Asia oleh Konsorsium LFPL

Amazon baru saja membeli perusahaan satelit Globalstar pada 14 April untuk menambah layanan direct-to-device, dan juga bermitra dengan Apple untuk mendukung fitur satelit di model iPhone dan Apple Watch tertentu.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru