⌂ Home News Pemerintah Siapkan Berbagai Strategi Kendalikan Konsumsi LPG 3 Kg
News

Pemerintah Siapkan Berbagai Strategi Kendalikan Konsumsi LPG 3 Kg

Tabung LPG 3 kg bersubsidi
Tabung LPG 3 kg bersubsidi
A A Text Size16px

Pemerintah terus mematangkan rencana untuk mengendalikan konsumsi LPG 3 kg bersubsidi. Salah satu langkah terbaru adalah memasifkan penggunaan compressed natural gas (CNG) melalui tabung berkapasitas 3 kg.

Tabung penampung alternatif tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan di China. Pemerintah berencana mengimpor tabung itu untuk menyokong pelaksanaan awal program.

Selain CNG, sejumlah kebijakan lain juga digulirkan untuk menekan kuota subsidi gas melon agar lebih tepat sasaran.

Pengetatan Pembelian dan Pembatasan Kuota

Kementerian ESDM melalui Dirjen Migas Laode Sulaeman menargetkan penyelesaian peraturan presiden tentang pengetatan pembelian LPG 3 kg pada semester I-2026.

Draf perpres akan memuat masa transisi sekitar enam bulan, termasuk uji coba terbatas di wilayah tertentu sebelum diterapkan nasional.

PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan pembatasan pembelian maksimal 10 tabung per bulan untuk satu kartu keluarga.

Skema ini memerlukan perubahan atas Perpres Nomor 70 Tahun 2021 dan direncanakan berjalan bertahap hingga menyasar desil ekonomi tertentu.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan penyaluran subsidi LPG 3 kg ke depan akan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kemensos.

Integrasi data ini diharapkan membuat subsidi lebih tepat sasaran.

Pemerintah juga sempat melarang pengecer menjual gas melon dan mewajibkan transaksi lewat subpangkalan resmi mulai 1 Februari 2025.

Kebijakan ini sempat memicu antrean panjang akibat kelangkaan. Sebagai respons, 370.000 pengecer yang terdaftar di aplikasi Pertamina diubah statusnya menjadi subpangkalan resmi.

Upaya lain adalah pembagian alat masak listrik (AML) pada 2023 dengan anggaran Rp347,5 miliar untuk 500.000 unit.

Dewan Energi Nasional sempat merencanakan konversi ke kompor induksi pada 2024-2025, namun program itu dibatalkan.

Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah mengkaji penambahan wewenang BPH Migas atau membentuk badan baru khusus. Langkah paling mutakhir adalah pengujian tabung CNG tipe 4 berbahan plastik komposit dari China.

Kementerian ESDM menyatakan tabung ini langsung cocok dengan kompor LPG rumah tangga tanpa modifikasi.

About the Author
📰 Latest Updates