⌂ Beranda News Trump Kecam Kritikus Negosiasi Nuklir dengan Iran

Trump Kecam Kritikus Negosiasi Nuklir dengan Iran

Trump Kecam Kritikus Negosiasi Nuklir dengan Iran
Presiden AS Donald Trump mengecam kritikus kebijakan negosiasi nuklir dengan Iran
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam pada Senin (1/6/2026) melalui platform Truth Social.

Ia menargetkan pihak-pihak yang mempertanyakan kebijakan negosiasinya dengan Iran di tengah kebuntuan diplomasi kedua negara.

>>> 4 Zodiak dengan Energi Positif yang Selalu Menyenangkan

Langkah ini diambil setelah ketegangan militer meningkat sepanjang akhir pekan lalu.

Aksi saling serang antara militer AS dan Iran terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis logistik minyak global.

Komando Pusat AS menyatakan telah menghancurkan situs radar dan kendali drone Iran di Goruk serta Pulau Qeshm.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyerang pangkalan udara operasional AS.

Dalam responsnya terhadap situasi domestik, Trump secara terbuka mengecam kelompok yang disebutnya sebagai "Dumocrats" serta anggota Partai Republik yang dinilainya tidak patriotik.

>>> Kemensos Sediakan Layanan Cek Bansos PKH Mei 2026 Secara Online

Mereka dinilai terus memberikan komentar negatif.

"Sangat sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan saya dengan benar dan bernegosiasi ketika para peretas politik terus memberikan komentar negatif secara berulang-ulang," ujar Trump.

Mantan presiden yang kembali menjabat ini mengeluhkan desakan publik yang beragam mengenai ritme diplomasi maupun opsi keterlibatan militer.

"Mereka mendesak agar saya bergerak lebih cepat, lebih lambat, pergi berperang, atau tidak berperang. Duduklah dan bersantailah, semuanya akan berakhir dengan baik pada akhirnya, selalu begitu!"

kata Trump.

Berdasarkan laporan Axios, Trump disebut meminta perubahan draf kesepakatan terbaru terkait material nuklir Iran. Rincian revisi tersebut belum terverifikasi secara independen oleh pihak luar.

>>> Harga BBM Swasta per 1 Juni 2026: Shell dan BP-AKR Sesuaikan Tarif, Vivo Masih Stabil

Konflik geopolitik ini langsung memicu gejolak pasar energi global.

Harga minyak Brent crude naik 3 persen menjadi US$ 93,74 per barel, sementara West Texas Intermediate naik 3,3 persen ke posisi US$ 90,20 per barel pada perdagangan Senin pagi.

Peneliti senior di lembaga think tank ekonomi Bruegel, Guntram Wolff, menilai pelaku pasar saat ini terlalu optimistis terhadap prospek terobosan diplomatik.

"Iran masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan kerusakan besar, mengendalikan Selat Hormuz, dan memiliki material nuklir. Jadi, belum ada perubahan mendasar," ungkap Wolff.

Ketegangan antara AS dan Iran terus menjadi fokus internasional sejak kesepakatan gencatan senjata pada awal April 2026.

>>> Promo Hypermart 29 Mei–4 Juni 2026: Diskon Tepung, Susu, dan Kebutuhan Harian

Perbedaan mendasar program nuklir tetap menjadi hambatan utama dalam dialog yang berjalan 90 hari terakhir.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru