⌂ Home News Mantan Peneliti DeepMind Bilal Chughtai Peringatkan Risiko AI bagi Umat Manusia
News

Mantan Peneliti DeepMind Bilal Chughtai Peringatkan Risiko AI bagi Umat Manusia

Ilustrasi kecerdasan buatan dan risiko bagi manusia
Mantan Peneliti DeepMind Bilal Chughtai Peringatkan Risiko AI bagi Umat Manusia Pexels
A A Text Size16px

Mantan peneliti Google DeepMind, Bilal Chughtai, menyuarakan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengancam kelangsungan hidup manusia jika pengembangannya tidak dikendalikan secara efektif.

Peringatan ini muncul setelah pengunduran diri mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, pekan lalu.

Coxon menyatakan banyak pihak yang mengembangkan AI meyakini teknologi tersebut dapat menimbulkan ancaman bagi umat manusia pada akhir dekade ini.

Ilmuwan Anthropic lainnya, Evan Hubinger, sependapat dan memperkirakan kemungkinan lebih dari 10 persen AI dapat menyebabkan kepunahan manusia dalam 10 tahun ke depan.

Chughtai pernah bekerja sebagai insinyur riset dengan spesialisasi keamanan dan penyelarasan Artificial General Intelligence (AGI) di Google DeepMind hingga Juli 2026.

Ia menilai waktu untuk mengatasi risiko-risiko ini mungkin sudah semakin menipis.

Namun, Chughtai meyakini pengembangan AI yang aman masih dapat dicapai melalui koordinasi yang lebih baik antarperusahaan teknologi.

Koordinasi itu diperlukan untuk mencegah persaingan tak terkendali dalam perlombaan menciptakan sistem yang semakin canggih.

Menurutnya, pengembangan teknologi ini perlu berjalan dengan kecepatan yang memungkinkan masyarakat beradaptasi.

Dengan demikian, risiko-risiko baru dapat diidentifikasi dan ditangani sebelum menimbulkan dampak serius.

CEO Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya mendesak agar laju pengembangan AI tingkat lanjut diperlambat.

Sikap itu juga mendapat dukungan dari Elon Musk dan Sam Altman.

Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump menepis peringatan tersebut dan menyebut seruan industri AI mengenai perlunya regulasi sebagai sebuah "hoaks."

About the Author
📰 Latest Updates