⌂ Home News Rudal Buatan China Diduga Jatuhkan Pesawat Tempur F-15 AS di Iran
News

Rudal Buatan China Diduga Jatuhkan Pesawat Tempur F-15 AS di Iran

Ilustrasi rudal panggul dan pesawat tempur F-15
Ilustrasi rudal panggul dan pesawat tempur F-15
A A Text Size16px

Sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat diduga jatuh di Iran akibat tembakan rudal panggul buatan China pada April lalu.

Insiden ini memicu misi penyelamatan darurat yang berbahaya bagi pasukan AS.

Penyelidikan mendalam kini dilakukan oleh pejabat AS, seperti dilansir dari NBC News. Peristiwa ini menjadi pertama kalinya dalam beberapa dekade AS kehilangan jet tempur akibat serangan musuh.

Dua awak pesawat berhasil meloloskan diri menggunakan kursi lontar di wilayah Iran.

Pilot dievakuasi dalam tujuh jam, sementara perwira sistem persenjataan ditemukan setelah dua hari bersembunyi di kaki Pegunungan Zagros.

Laporan intelijen AS mengindikasikan China sempat memasok radar peringatan dini jarak jauh YLC-8B ke Iran untuk melacak pesawat siluman.

Hal ini mempersulit dinamika diplomatik antara AS dan China.

Presiden Donald Trump menyebut senjata pertahanan udara portabel itu sebagai alat yang murah namun efektif.

Senjata sepanjang 2,1 meter dengan berat 18 kilogram itu dinilai menjadi ancaman serius.

"Presiden Xi telah berjanji kepada saya bahwa ia tidak mengirim senjata apa pun ke Iran. Itu adalah janji yang indah.

Saya percaya pada perkataannya. Saya sangat menghargainya," kata Trump.

Pemerintah AS juga menuduh China memberikan akses satelit melalui tiga perusahaan untuk membantu Iran membidik pasukan AS.

Catatan sejarah menunjukkan China aktif menjual senjata ke Iran pada era 1980-an hingga sebelum embargo PBB 2006.

Kedutaan Besar China memberikan respons tertulis menanggapi tudingan tersebut.

"China selalu bertindak hati-hati dan bertanggung jawab terkait ekspor produk militer, serta menerapkan pengawasan ketat sesuai hukum dan peraturan kontrol ekspor Tiongkok serta kewajiban internasional.

China menentang fitnah tak berdasar dan pengaitan yang berniat buruk," sebut pihak Kedubes.

Intelijen AS masih memantau rencana China yang disinyalir akan mengirimkan pasokan persenjataan pertahanan udara baru ke Iran dalam beberapa pekan mendatang.

About the Author
📰 Latest Updates