Bank Indonesia melaporkan nilai transaksi QRIS oleh wisatawan asing di Indonesia mencapai Rp4,3 triliun hingga Mei 2026.
Angka ini melampaui penggunaan sistem serupa oleh warga negara Indonesia di luar negeri.
>>> Pemerintah Siap Luncurkan B50 pada Juli 2026 untuk Hentikan Impor Solar C48
Deputi Gubernur BI, Filianingsih, mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers setelah rapat dewan gubernur, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, transaksi inbound dari wisatawan asing tercatat Rp2,85 triliun, sehingga total mencapai Rp4,3 triliun.
>>> KPK Dampingi Badan Gizi Nasional Awasi Program Makan Bergizi Gratis
Sementara itu, transaksi outbound oleh WNI di luar negeri hanya Rp1,47 triliun.
Filianingsih menilai hal ini menunjukkan integrasi sistem pembayaran digital antarnegara semakin diminati pelancong dari negara mitra strategis.
Negara Asal dan Adopsi QRIS Tap
Peningkatan transaksi didorong oleh pengguna dari tiga negara tetangga utama: Malaysia, China, dan Singapura. Selain itu, BI juga menyoroti perluasan QRIS Tap di sektor transportasi publik Jabodetabek.
>>> Kemenperin Pastikan Aturan Insentif Kendaraan Listrik Terbit Juli 2026
Adopsi QRIS Tap di transportasi mencapai 95%, didukung oleh KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta.
Volume transaksi QRIS Tap meningkat 3,06% month-to-month menjadi 634 ribu transaksi, dengan nominal Rp6,3 triliun (naik 5,1%).
>>> Menaker Minta Publik Sabar Menunggu Potongan Tarif Ojol 8%
BI mencatat ekosistem QRIS telah menjangkau 3,2 juta merchant di berbagai wilayah. Regulator memproyeksikan tren pertumbuhan transaksi non-tunai ini akan meluas ke sektor komersial lainnya.