Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalokasikan anggaran Rp200 miliar untuk program pembinaan dan akselerasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menuju World Class University.
Kebijakan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Kamis, 18 Juni 2026.
>>> Kanada Targetkan Kemenangan Perdana Lawan Qatar di BC Place
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan program ini bertujuan mendongkrak daya saing PTS di kancah internasional.
“Program pembinaan perguruan tinggi swasta dan akselerasi PTS menjadi World Class University sejumlah 200 miliar,” kata Brian dalam rapat tersebut.
Dana tersebut difokuskan pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk mendorong keterlibatan PTS dalam kompetisi global.
>>> Prediction Market: Rujukan Baru Analis di Era Web3
Pemerintah menilai penguatan PTS penting karena mayoritas mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di sektor swasta.
Selain fokus pada PTS, pemerintah juga meningkatkan anggaran untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Alokasi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk tahun anggaran 2027 dipastikan naik dua kali lipat menjadi Rp650 miliar, dari sebelumnya Rp325 miliar pada 2026.
“Pada program pendidikan tinggi bantuan operasional perguruan tinggi atau BOPTN sebesar 325 miliar dialokasikan menjadi 650 miliar,” jelas Brian.
>>> Menteri ESDM Kaji Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN
Penyesuaian pagu indikatif ini bertujuan memperkuat kapasitas operasional seluruh PTN di Indonesia.
Peningkatan dana operasional diharapkan berimplikasi langsung pada kualitas pelayanan pendidikan tinggi negeri.
“BOPTN sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi,” lanjut Brian.
>>> Pemprov Babel Benahi Penyaluran BBM dan Optimalkan Pendapatan Daerah
Perubahan struktur anggaran Kemendiktisaintek untuk tahun 2027 telah mendapatkan persetujuan resmi dari Komisi X DPR RI.
