Pemerintah, pelaku batu bara, dan PLN perlu duduk bersama dalam mencari titik keseimbangan baru antara kepentingan industri batu bara, keandalan pasokan listrik, dan kemampuan fiskal negara.
Pengelolaan rantai pasok batu bara untuk pembangkit tidak hanya terkait persoalan transaksi antara penambang dan PLN.
Hal ini juga menyangkut strategi menjaga ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.
Penyesuaian harga batu bara dalam negeri (domestic market obligation/DMO) untuk pembangkit dapat menjaga keekonomian produsen.
Langkah ini bukan untuk mencari keuntungan berlebih.
Namun, kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan biaya penyediaan listrik yang pada akhirnya mendongkrak tarif listrik masyarakat atau menambah subsidi negara.
PLTU Jeranjang merupakan salah satu pembangkit yang menopang Sistem Kelistrikan Lombok.
Pembangkit ini memiliki Hari Operasi Pembangkit Batubara selama 24,3 hari.
Pengiriman batu bara ke PLTU Jeranjang menggunakan tongkang TB Sea Lion.
