⌂ Beranda News Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Pakta Perdamaian AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Pakta Perdamaian AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Pakta Perdamaian AS dan Iran
Ilustrasi harga minyak dunia turun akibat pakta perdamaian AS dan Iran
A A Ukuran Teks16px

Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai pakta perdamaian untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Langkah diplomatik ini membuka peluang besar bagi pengaktifan kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

>>> AS dan Iran Siap Gelar Pertemuan Resmi Pekan Ini

Komoditas minyak jenis Brent merosot lebih dari 3% menuju level US$84 per barel. Minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak mendekati level US$81 per barel.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa dirinya telah memberikan otoritas untuk membuka kembali Selat Hormuz secara gratis.

Ia juga menyudahi blokade terhadap Iran.

Jalur perairan strategis tersebut dijadwalkan kembali beroperasi segera setelah penandatanganan kesepakatan resmi pada hari Jumat pekan ini. "Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian," ujar Trump dalam unggahannya.

"Biarkan minyak kembali mengalir!"

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, membenarkan adanya kesepakatan yang telah tercapai. Ia menyebutkan draf dokumen resmi bakal dipublikasikan setelah upacara penandatanganan di Swiss.

>>> Bea Masuk Antidumping Kertas Karton Dupleks dari Korea, Malaysia, Taiwan Dikenakan Mulai 25 Juni 2026

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kesiapannya untuk menghadiri upacara penandatanganan tersebut. Ia juga membuka kemungkinan kehadiran Trump dalam acara formal itu.

Pasar energi global sebelumnya berada dalam ketidakpastian sejak pertempuran pecah pada akhir Februari. AS bersama Israel melancarkan serangan ke Iran guna membatasi program nuklir negara tersebut.

Teheran membalas dengan aksi militer di kawasan Teluk Persia serta menutup Selat Hormuz. Dalam kondisi normal, jalur itu dilewati sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Pasukan militer AS kemudian merespons dengan menerapkan blokade terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran.

Lonjakan harga minyak sempat terjadi pada fase awal konflik, namun mulai terkoreksi dalam beberapa minggu terakhir.

>>> Pesawat Supersonik NASA X-59 Berhasil Tembus Kecepatan Suara

Sinyal kuat bahwa Washington dan Teheran mendekati kesepakatan damai menjadi pemicu koreksi. Indikasi lain menunjukkan sebagian pengiriman komoditas lewat Selat Hormuz telah mulai berjalan kembali.

Negara-negara maju ikut meredam gejolak pasar dengan memakai cadangan minyak darurat mereka. Sejumlah negara pengimpor utama, khususnya China, juga memilih untuk memangkas volume pembelian luar negeri.

Walaupun rekonsiliasi ini menjadi sentimen positif bagi produsen energi di Teluk Persia, industri pelayaran global, serta konsumen, pemulihan lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih menghadapi kendala teknis.

Proses pembersihan ranjau laut anti-kapal dan kejelasan kendali Teheran terhadap kapal melintas menjadi tantangan yang harus diselesaikan.

Sentimen perdamaian ini turut memicu penurunan tajam pada kontrak berjangka gas alam Eropa yang sempat merosot hingga 5,8%.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 06.37 pagi waktu Singapura, Brent untuk pengiriman Agustus turun 3,4% menjadi US$84,32 per barel.

>>> Jalan Kaki Terbukti Turunkan Tekanan Darah Beberapa Jam Setelahnya

Sedangkan WTI untuk pengiriman Juli anjlok 4,0% ke posisi US$81,46 per barel.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru