PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan platform digital Space by KAI melalui situs space. kai.
id. Peluncuran berlangsung di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, pada Rabu (10/6/2026).
>>> Prabowo Setujui Perluasan Target Bedah Rumah 2027
Platform ini bertujuan mempermudah investor serta pelaku usaha dalam memperoleh informasi aset perusahaan secara cepat, lengkap, dan transparan.
Langkah ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses bagi investor untuk memantau aset potensial milik perusahaan.
Aset yang Ditawarkan dan Fitur Platform
Menurut Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI, Rafli Yandra, perusahaan memiliki banyak aset menjanjikan.
Mulai dari stasiun, kawasan transit oriented development (TOD), ruang komersial, lahan kosong, bangunan, hingga aset heritage.
>>> Kriteria dan Daftar Mobil yang Aman Pakai Pertalite
"Space by KAI bukan hanya sekedar katalog aset, tetapi pintu awal kemitraan.
Pelaku usaha dapat melihat peluang bisnis, memahami potensi, dan memulai langkah pertama bersama KAI dengan cara yang lebih sederhana dan mudah," ujar Rafli di lokasi acara.
Aplikasi ini terhubung langsung dengan database aset perusahaan untuk menjamin pembaruan data yang cepat dan akurat.
Sistem juga menyediakan fitur kontak langsung dengan tim pemasaran guna mendiskusikan proses pemanfaatan ruang operasional.
>>> Harga Pertamax Naik, Biaya Full Tank Toyota Veloz Tembus Rp698 Ribu
Saat ini, layanan baru mencakup katalog digital, pemetaan posisi geografis aset komersial, hingga integrasi sistem database ke laman utama kai.
id.
Rencana pengembangan berikutnya bakal mencakup integrasi Point of Interest (POI), rekomendasi bisnis, serta pengelompokan klasifikasi usaha.
Pada fase lanjutan, platform akan dilengkapi pengelolaan revenue sharing, fitur perpanjangan kontrak digital, hingga sistem bidding aset.
>>> Rencana Pembentukan Bursa Mineral Perkuat Posisi Komoditas Strategis Indonesia
"Ke depan, Space by KAI akan terus kami perkuat agar menjadi platform yang semakin relevan bagi kebutuhan pasar dan mendukung kolaborasi bisnis berkelanjutan," pungkas Rafli.