Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menilai kepercayaan investor terhadap pemerintah berangsur membaik. Hal ini seiring dengan menguatnya kembali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Lonjakan indeks komposit terjadi di tengah dorongan pemerintah dan otoritas moneter. Upaya memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut mendukung.
“Saya pikir kepercayaan terhadap pemerintah juga semakin kuat.
Itu berpengaruh terhadap pasar dan penguatan nilai tukar rupiah,” kata Dasco di DPR, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
IHSG Hijau di Tengah Tekanan
Berdasarkan data BloombergTechnoz, IHSG melaju positif di zona hijau pada perdagangan pagi. Hal ini terjadi di tengah melemahnya bursa saham Asia.
Per pukul 09:45 WIB, IHSG menguat 62,6 poin atau 1,06 persen ke posisi 5.964.
Sejak awal tahun, tekanan jual bersih investor asing mencapai Rp78,32 triliun.
Sektor keuangan memimpin penguatan sebesar 1,74 persen. Sektor properti dan teknologi masing-masing naik 1,6 persen dan 1,4 persen.
Dasco sebelumnya mendorong lembaga pengelola dana negara melakukan aksi buyback. “Kemarin dalam keadaan pasar harga sedang turun, BUMN atau Himbara buyback kembali,” ujarnya.
Langkah stabilisasi juga datang dari Bank Indonesia. Otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke level 5,5 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan batas defisit anggaran tetap terjaga. Kebijakan fiskal diarahkan untuk menjaga stabilitas.
Kepala Strategi Makro Asia di Sumitomo Mitsui Banking Corp, Jeff Ng, menilai ada tanda awal stabilisasi. Namun, ia mengingatkan kondisi masih rapuh.