⌂ Beranda News Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat

Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat

Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Rupiah Menguat
Bank Indonesia naikkan BI Rate jadi 5,5 persen
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen pada Selasa, 9 Juni 2026.

Keputusan ini diambil dalam rangka menstabilkan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

>>> Saham Asia Diprediksi Melemah Akibat Volatilitas Wall Street dan Konflik Iran

Kenaikan BI Rate juga diikuti dengan penyesuaian suku bunga lainnya.

Suku bunga Deposit Facility naik 25 bps menjadi 4,50 persen, sedangkan suku bunga Lending Facility naik ke level 6,25 persen.

Pemicu Pelemahan Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS melampaui proyeksi awal. Hal ini menjadi pemicu utama di balik keputusan menaikkan suku bunga secara mendadak.

"Dalam berbagai evaluasi hari ini kita melihat pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu," ujar Perry Warjiyo.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50 Persen untuk Jaga Stabilitas

Kenaikan BI Rate juga bertujuan menarik kembali aliran modal asing. Sejak April-Mei, terjadi arus keluar modal besar-besaran dari Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

"Kenaikan BI Rate ini untuk menarik masuknya investasi portofolio asing," tambah Perry.

Respons Pasar Positif

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap kebijakan ini. Ia menilai respons pasar sangat positif setelah pengumuman kenaikan suku bunga.

"BI rate naik karena mengutamakan kestabilan. Respons IHSG juga baik, masuk dalam green zone.

>>> Arab Saudi Hadapi Senegal di Laga Uji Coba Pamungkas

Rupiah juga sedikit menguat," ujar Airlangga.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG melonjak 404,51 poin atau 7,52 persen ke level 5.746,64.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg menguat dengan penurunan dolar AS sebesar 129,50 poin ke posisi Rp18.058.

Pemerintah membantah spekulasi bahwa kebijakan ini dilakukan tergesa-gesa di luar jadwal. Langkah ini disebut sebagai bentuk fleksibilitas dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

>>> Truk Kontainer Muat MSG Tabrak Dua Warung di Cirebon, Satu Tewas

"Market membutuhkan sinyal yang kuat. Kenaikan BI rate 25 basis point menunjukkan Indonesia responsif terhadap gejolak yang ada," jelas Airlangga.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru