⌂ Beranda News Truk Kontainer Muat MSG Tabrak Dua Warung di Cirebon, Satu Tewas

Truk Kontainer Muat MSG Tabrak Dua Warung di Cirebon, Satu Tewas

Truk Kontainer Muat MSG Tabrak Dua Warung di Cirebon, Satu Tewas
Truk kontainer menabrak warung di Cirebon
A A Ukuran Teks16px

Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebuah truk kontainer bermuatan bahan penyedap rasa menabrak dua warung di sekitar Lampu Merah Junjang.

>>> Pemerintah Wajibkan E-Commerce Tolak Pedagang Tanpa NIB

Akibat insiden ini, seorang penjaga warung bernama Wawan tewas di tempat. Dua warga lainnya mengalami luka berat akibat tertimpa bangunan.

Truk bernomor polisi B 9485 FO dikemudikan oleh RDS (25), warga Lampung Selatan. Kendaraan melaju kencang dari arah Jakarta menuju Tegal atau Jawa Tengah melalui jalur arteri.

Hantaman keras truk merobohkan bangunan warung kaki lima dan lapak es kelapa muda. Beberapa kendaraan yang terparkir juga tertimpa reruntuhan material.

Saksi mata, Abdul Halim, menggambarkan suasana mencekam. "Suaranya keras sekali.

Braaaaakk, tahu-tahu warung sudah ambruk. Orang-orang langsung berteriak dan berlarian ke lokasi," katanya.

Warga segera memberikan pertolongan.

"Wawan, Wawan, tolong Wawan, dia terlindas sudah tergeletak di dekat ban depan, sudah meninggal dunia, dan dua orang yang lagi di warung Wawan patah tulang, langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Abdul Halim.

Polisi dari Satlantas Polresta Cirebon tiba di lokasi untuk mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Arjawinangun. Pengemudi diamankan dan arus lalu lintas yang sempat mengular diatur kembali.

>>> 4 Hari Besar yang Diperingati Setiap Tanggal 11 Juni

Aliran listrik di sekitar lokasi sempat dipadamkan karena kabel tersangkut pada badan truk yang ringsek.

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahadjo, menyatakan dugaan sementara pengemudi kehilangan kendali. "Penyebab pastinya masih kami dalami," katanya.

Sopir truk mengemudi seorang diri tanpa kondektur. Ia menjalani pemeriksaan untuk memastikan apakah insiden dipicu rem blong atau kelalaian manusia.

"Sopir sudah kami amankan.

Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan untuk memastikan apakah ada faktor teknis yang menjadi penyebab kecelakaan," ujar AKP Yudha.

Sopir diduga terkejut melihat antrean kendaraan di persimpangan lampu merah. Ia mendadak membanting setir ke kiri.

"Pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya.

>>> Rupiah Menguat ke Rp18.058 Setelah BI Naikkan Suku Bunga

Pada saat melihat lampu merah dan banyak antrean mobil, sopir truk membanting setir ke kiri sehingga menabrak dua warung yang berada di sebelah kiri jalan," jelas AKP Yudha.

Polisi juga mensinyalir kecepatan tinggi menjadi faktor. "Dugaan sementara, pengemudi tidak mampu menguasai kendaraan karena melaju dengan kecepatan tinggi," kata AKP Yudha.

Satlantas Polresta Cirebon kini menyiapkan langkah lanjutan untuk memeriksa kelaikan truk.

"Kami akan berkolaborasi dengan Dishub untuk memastikan kelayakan jalan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini," jelas AKP Yudha.

Penyelidikan terus dikembangkan untuk menentukan status hukum pengemudi. "Jika dalam proses penyelidikan terbukti yang bersangkutan bersalah, pengemudi bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, penyelidikan ini tidak menutup kemungkinan bisa berkembang hingga ke pihak pengurus perusahaan truk tersebut," pungkas AKP Yudha.

Personel kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi mata di sekitar Simpang Tiga Jungjang.

"Dugaan awal, pengemudi truk kurang konsentrasi dan gagal mengantisipasi adanya antrean kendaraan," kata AKP Yuda Satyo Raharjo.

>>> Pekerja SoFi Stadium Batalkan Mogok Kerja Jelang Piala Dunia 2026

Hingga Selasa malam, petugas gabungan masih membersihkan puing-puing bangunan warung dan mengevakuasi badan truk dari tepi jalan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru