PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membidik pertumbuhan pendapatan dua digit pada tahun buku 2026.
Emiten infrastruktur energi ini menargetkan pendapatan mencapai US$349 juta atau naik 48,75%.
>>> IHSG Melonjak 91 Poin, Dipicu Perbaikan Data Manufaktur dan Inflasi Terjaga
Target tersebut didasarkan pada realisasi pendapatan tahun 2025 yang sebesar US$235 juta. Capaian itu baru 49,65% dari target awal US$473 juta.
Minimnya realisasi pendapatan tahun lalu menyebabkan laba berjalan BIPI turun 85,63% menjadi US$1,49 juta.
Penurunan ini dipicu koreksi harga batu bara ke level US$110 per ton pada kuartal III-2025 dan pelemahan kinerja ekspor.
Proyeksi Laba 2026
Dengan target pendapatan yang lebih tinggi, BIPI memproyeksikan laba tahun berjalan 2026 mencapai US$11,73 juta.
Angka ini melonjak 687% dibandingkan laba tahun 2025 sebesar US$1,49 juta.
>>> Vinilon Group Raih Sertifikasi Antifungal untuk Lindungi Rumah dari Jamur Hitam
Direktur Utama BIPI Ray Anthony Gerungan menyatakan, fokus perseroan pada 2026 adalah meningkatkan kualitas pendapatan, memperbaiki profitabilitas, optimalisasi struktur permodalan, dan kemajuan dalam memilih inisiatif strategis.
Ray menilai prospek industri batu bara pada 2026 stabil dalam jangka pendek namun menurun dalam jangka panjang.
"Permintaan global yang masih tinggi terutama dari Asia akan tetap menjadi penopang utama.
>>> Mendidik Anak Tangguh dengan Kecerdasan Emosional Tinggi
Namun, tekanan dari transisi energi, kebijakan lingkungan serta perubahan struktur pasar global akan membatasi ruang pertumbuhan ke depan," tulisnya dalam laporan tahunan.
