⌂ Beranda News Psikolog Ungkap Alasan Cemburu Retroaktif Sering Dikira Gejala OCD

Psikolog Ungkap Alasan Cemburu Retroaktif Sering Dikira Gejala OCD

Psikolog Ungkap Alasan Cemburu Retroaktif Sering Dikira Gejala OCD
Ilustrasi psikolog sedang berbicara dengan pasangan yang mengalami cemburu retroaktif
A A Ukuran Teks16px

Istilah cemburu retroaktif semakin sering membuat orang datang ke psikolog karena merasa mengalami OCD. Mereka merasa terjebak dalam pikiran mengganggu tentang masa lalu pasangan.

Psikolog spesialis kecemasan Brian Thompson Ph. D.

>>> DJP Sempurnakan Kebijakan Pajak UMKM Lewat PP Nomor 20 Tahun 2026

menjelaskan asal-usul istilah ini melalui Psychology Today. Ia mengungkapkan bahwa frasa tersebut bukan istilah resmi dalam psikologi.

Istilah ini lahir dari percakapan netizen di media sosial. Tujuannya menggambarkan rasa tidak nyaman akibat memikirkan masa lalu asmara pasangan.

>>> Kemendikdasmen Salurkan PIP 2026 untuk Siswa Kurang Mampu

Kondisi ini membuat seseorang dibayangi pikiran menyakitkan tentang mantan pasangan. Dampaknya tidak hanya cemburu, tetapi juga kecemasan, kemarahan, kesedihan, hingga rasa malu.

Fokus utama cemburu retroaktif bukan ancaman nyata saat ini, melainkan detail hubungan masa lalu. Seseorang bisa mengimajinasikan kemesraan romantis atau aktivitas seksual pasangan dengan mantan.

>>> Cara Cek Keaslian STNK Kendaraan Bekas untuk Hindari Masalah Hukum

Terdapat tiga respons refleks untuk meredakan ketidaknyamanan. Pertama, memberondong pasangan dengan pertanyaan detail berulang tentang masa lalunya.

Kedua, berburu informasi tentang mantan pasangan secara daring atau cyberstalking. Ketiga, terus memutar ulang kenangan masa lalu pasangan di kepala dan membandingkannya dengan sekarang.

>>> Ditjen Pajak Sesuaikan Aturan PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tindakan ini awalnya dilakukan untuk mengurangi rasa cemas. Namun, sering kali menjadi bumerang yang memperparah luka emosional dan kekhawatiran.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru