⌂ Beranda News Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami dan Kerusakan Bangunan di Sulawesi Utara

Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami dan Kerusakan Bangunan di Sulawesi Utara

Gempa Filipina M 7,7 Picu Tsunami dan Kerusakan Bangunan di Sulawesi Utara
Ilustrasi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Utara
A A Ukuran Teks16px

Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB.

Guncangan ini memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia dan merusak bangunan di Sulawesi Utara.

>>> Pelaku Usaha Tinggalkan Marketplace, Beralih ke Kanal Penjualan Mandiri

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pusat gempa berada di laut, 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Kerusakan parah terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud dan fasilitas publik di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.

Pergerakan tektonik tersebut memicu ancaman gelombang tinggi di sejumlah pesisir.

>>> Bupati Luwu Luncurkan Program Jaga Desa Bersama Masmindo Dwi Area

Di Filipina, satu orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan dan empat lainnya luka-luka, sebagaimana dikonfirmasi Sersan Mayor Robert Dagon dari kepolisian Kota General Santos.

Tsunami Terdeteksi di Tujuh Wilayah

BMKG mendeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian bervariasi di tujuh pesisir Indonesia. Berikut rincian lokasi, waktu kedatangan, dan ketinggian tsunami:

BMKG melalui akun media sosial X memperbarui data ketinggian gelombang di beberapa titik pengamatan. Informasi ini disampaikan untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.

>>> Diversifikasi Daging dan Frozen Food Pacu Penjualan TGUK

Kerusakan Bangunan di Sulawesi Utara

Getaran gempa dirasakan hingga Morotai, Ternate, Manado, Gorontalo, dan Palu. Dampak kerusakan fisik paling nyata di wilayah kepulauan Sulawesi Utara.

Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, membenarkan adanya laporan kerusakan rumah warga di Talaud. Personel di lapangan terus berkoordinasi dengan BPBD untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.

Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengalami kondisi parah. Wilayah yang dihuni 178 Kepala Keluarga dengan 480 jiwa tersebut kini terisolasi akibat padamnya jaringan listrik.

Sekretaris Desa Kawio, Risto Mandiangan, menceritakan guncangan hebat yang merubuhkan rumah, sekolah, dan tempat ibadah. Ia mendesak agar bantuan logistik segera dikirimkan ke pulau terluar tersebut.

>>> Menteri ESDM Pastikan Stok Gas Domestik Aman, Harga Jadi Tantangan

Warga Desa Kawio yang mayoritas nelayan terpaksa bertahan di area terbuka tanpa pasokan makanan. Mereka masih trauma dan belum menerima bantuan hingga saat ini.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru