⌂ Beranda News Pelaku Usaha Tinggalkan Marketplace, Beralih ke Kanal Penjualan Mandiri

Pelaku Usaha Tinggalkan Marketplace, Beralih ke Kanal Penjualan Mandiri

Pelaku Usaha Tinggalkan Marketplace, Beralih ke Kanal Penjualan Mandiri
Ilustrasi pelaku usaha beralih ke kanal penjualan mandiri
A A Ukuran Teks16px

Sejumlah pelaku usaha di Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada platform e-commerce. Mereka kini memilih membangun dan memperkuat saluran penjualan mandiri.

Pergeseran strategi ini dipicu oleh melonjaknya ongkos operasional di marketplace. Komisi platform yang naik, biaya promosi tinggi, dan pengeluaran logistik menggerus margin keuntungan.

>>> Daftar Harga Mobil Diesel Juni 2026: Pajero Sport hingga GWM Tank

Platform e-commerce kini lebih fokus pada profitabilitas. Subsidi besar-besaran dan promosi bakar uang mulai ditinggalkan.

Alternatif Kanal Penjualan

Social commerce, WhatsApp Business, dan situs web pribadi semakin diminati. Opsi ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pelaku usaha dalam mengelola efisiensi operasional.

Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menilai diversifikasi saluran niaga sangat penting. Ia mengatakan social commerce, WhatsApp, dan website pribadi menawarkan fleksibilitas dan efisiensi biaya yang lebih baik.

>>> Asing Catat Jual Bersih Rp 325,3 Miliar, Saham BBCA Anjlok 2,27%

Nailul Huda menambahkan bahwa kepemilikan saluran mandiri menjaga profitabilitas usaha. Kanal ini juga memfasilitasi interaksi langsung dengan konsumen dan memperkuat loyalitas.

Konsumen saat ini sangat sensitif terhadap perubahan harga. Pelaku industri harus mengoptimalkan efisiensi internal dan mengadopsi strategi multi-channel.

Peneliti INDEF Fadhila Maulida menyoroti lonjakan jumlah penjual di marketplace yang tidak sebanding dengan pertumbuhan transaksi. Ketimpangan ini memicu persaingan ketat, terutama bagi usaha kecil dan menengah.

Tren perpindahan dari marketplace mencerminkan kedewasaan bisnis digital. Pelaku usaha kini fokus pada investasi jangka panjang dengan membangun aset digital sendiri.

>>> Bahlil Batalkan Skema Gross Split untuk Tambang Minerba

Perusahaan solusi bisnis digital Everpro melihat momentum positif bagi model direct-to-consumer (D2C) dan social commerce.

VP Everpro Faris M Hanif mengatakan orientasi pelaku usaha bergeser ke kepemilikan pelanggan dan perlindungan margin.

Faris menekankan bahwa pelaku usaha tidak hanya butuh kanal jualan, tetapi juga sistem yang membangun kemandirian bisnis. Kebutuhan terhadap owned channel dan pengelolaan hubungan pelanggan semakin penting.

>>> Inggris Rencanakan Pembelian Chip AI untuk Pertahankan Perusahaan Teknologi Lokal

Perubahan ini menandai ekosistem digital Indonesia menuju fase lebih matang. Dukungan sistemik diperlukan untuk memperkuat kemandirian operasional jangka panjang.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru